Bandar Sabu Makassar yang Divonis Bebas Diburu BNN

    Muhammad Syawaluddin - 20 Juli 2019 16:35 WIB
    Bandar Sabu Makassar yang Divonis Bebas Diburu BNN
    Direktur TPPU Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Bahagia Dachi, bersama Wakapolda Sulsel, dan Kepala BNNP Sulsel, di Makassar, Sulawesi Selatan. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
    Makassar: Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia memburu Syamsul Rijal alias Kijang, bandar narkoba yang baru divonis bebas Pengadilan Negeri Makassar pada 11 Februari 2019 lalu. Syamsul menjadi target operasi setelah BNN mengungkap tindak pidana pencucian uang dari bisnis narkoba.

    "Kijang masuk target operasi (TO) kita. Kita lagi Buru dia," kata Direktur TPPU Deputi Bidang Pemberantasan BNN Brigjen Pol Bahagia Dachi, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 20 Juli 2019.

    Syamsul ialah bandar besar narkoba jenis sabu asal Kabupaten Pinrang. Dalam kasus sebelumnya, di didakwa atas kepemilikan sabu seberat 3,4 kilogram.

    Syamsul tercatat sebagai narapidana yang dijatuhi hukuman 6 tahun 8 bulan saat ditangkap oleh Polres Kabupaten Pinrang pada 2013 lalu. Hanya saja, dia kabur dan tidak menjalani masa tahanan dengan alasan kesehatan.

    Tim BNN bersama pihak kepolisian sempat turun untuk mengejar Syamsul di Kabupaten Pinrang. Hanya saja, Syamsul sudah tidak berada di lokasi. "Kita sempat masuk (ke Pinrang) tapi hilang lagi," kata Kepala BNNP Sulsel, Kadir Idris.

    BNN Provinsi Sulawesi Selatan terus mencari informasi terkait keberadaan Syamsul yang sampai saat ini belum diketahui. Informasi awal salah satu bandar besar di Sulsel itu akhir-akhir ini sering keluar masuk Kabupaten Pinrang.

     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id