Gubernur Banten Kaji Penutupan Tambang Emas Penyebab Banjir

    Hendrik Simorangkir - 08 Januari 2020 12:26 WIB
    Gubernur Banten Kaji Penutupan Tambang Emas Penyebab Banjir
    Warga menggunakan perahu karet karena jembatan Sajira yang terputus dihantam banjir bandang di Sajira Barat, Sajira, Lebak, Banten. (Foto: MI/Susanto)
    Tangerang: Gubernur Banten Wahidin Halim akan melakukan survei dan kajian lebih lanjut terkait instruksi Presiden Joko Widodo yang ingin menutup tambang emas ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Penambangan itu diduga menyebabkan longsor dan banjir bandang di Kabupaten Lebak. 

    "Saya akan kaji dengan pihak terkait terlebih dahulu. Sejatinya ini tugas pengelolaan lingkungan hidup, karena terkait dengan law eforcement dari illegal logging," ujarnya, Rabu, 8 Januari 2020.

    Wahidin mengatakan dalam waktu dekat segera menggelar rapat koordinasi dengan kementerian atau institusi terkait tambang emas tersebut. 

    "Karena kita sudah menyaksikan sendiri bagaimana dampak yang ditimbulkan dari aktivitas tambang liar itu," katanya.

    Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan penyebab banjir bandang di Kabupaten Lebak akibat rusaknya hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, yakni perambahan hutan dan penambangan emas secara ilegal.

    Presiden menginstruksikan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya untuk segera menghentikan aktivitas tambang di Taman Nasional Gunung Halimun Salak terutama di wilayah Kabupaten Lebak. Menurutnya, tidak ada toleransi lagi pagi aktivitas tambang emas liar di sana, karena merugikan masyarakat. 




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id