Banjir Bandang dan Longsor Melanda Agam

    Lukman Diah Sari - 21 November 2019 18:47 WIB
    Banjir Bandang dan Longsor Melanda Agam
    Banjir bandang di Agam, Sumatra Barat. Foto: Dok BNPB
    Agam: Hujan deras yang melanda Jorong Galapung, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyebabkan banjir dan longsor, pada Rabu, 20 November 2019, pukul 19.00 WIB. Satu orang warga, Panidih, 25, tewas karena tergelincir saat hujan deras. 

    "Saat itu hujan deras, korban sedang memasang pukat di Danau Maninjau. Diduga karena tergelincir, korban terjatuh ke danau," kata Camat Tanjung Raya Handria Asmi, melalui keterangan tertulis, Kamis, 21 November 2019.

    Handria mengatakan korban ditemukan tidak jauh dari pintu PLTA Maninjau. Pencarian dilakukan sekitar satu jam oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP dan Damkar. 

    "Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka," ujarnya.

    Dia menerangkan banjir dan longsor menyebabkan 13 rumah, satu masjid, dan satu madrasah rusak. Banjir dan longsor juga menyebabkan akses jalan tertutup akibat material longsor yang menutup badan jalan sepanjang 100 meter dengan ketinggian 10 meter. 

    "Tadi malam sudah kita lakukan pembersihan material, namun karena kondisi cuaca yang masih hujan dan ditambah penerangan tidak ada maka dihentikan. Pagi tadi (21/11) dilanjutkan," jelasnya. 

    Banjir membawa Material lumpur dan berbatuan sehingga menutupi akses jalan sepanjang 200 Meter dengan ketinggian lebih kurang lima meter. Selain itu, banjir juga menghanyutkan dua rumah milik Rusdi, 53, dan Rosni, 80. 

    Sedangkan data bangunan yang digenangi material banjir atau lumpur masuk kedalam rumah warga sebanyak 11 unit dan dua unit tempat ibadah.

     Satgas BPBD Kabupaten Agam, Satpol PP dan damkar, Dinas PUPR Kabupaten Agam, Pemerintah Kecamatan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Nagari  (walinagari dan Jorong) turun langsung ke lokasi untuk mendata dan penanganan warga terdampak.  

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan makanan, pompa air, dan hygen kit. Tim tanggap darurat BNPB dikirim ke Sumatera Barat dengan membawa Dana Siap Pakai (DSP) Operasional Rp250 juta.




    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id