Pemprov Jatim Tambah 10 RS Rujukan Covid-19

    Amaluddin - 10 April 2020 10:38 WIB
    Pemprov Jatim Tambah 10 RS Rujukan Covid-19
    Ada 227 rs tambahan untuk penanganan kasus covid-19. Berikut selengkapnya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Surabaya: Meningkatnya kasus covid-19 (korona) di Jawa Timur membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menambah jumlah rumah sakit (RS) rujukan. Total saat ini ada 85 rumah sakit rujukan di Jawa Timur. 

    "Alhamdulillah total sekarang bertambah 10 RS rujukan, jadi sekarang kita memiliki 85 RS rujukan covid-19. Semula 44 terus bertambah 74, dan sekarang menjadi 85 RS rujukan," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis malam, 9 April 2020.

    Dengan bertambahnya 10 RS rujukan ini, lanjut Khofifah, jumlah fasilitas berupa ruang observasi dan isolasi juga bertambah. "Kita bisa melihat dari 85 RS rujukan, hari ini ada 2.499 total dari RS yang memiliki ruangan, apakah itu untuk observasi, ruang isolasi tanpa tekanan negatif, dan ruang isolasi dengan tekanan negatif," jelasnya.

    Sementara untuk kapasitas kasur yang bisa digunakan penderita korona, atau yang masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) juga bertambah. Kini jumlahnya mencapai 13.957 kasur isolasi dan non isolasi. 

    Baca: Pemkab Jombang Karantina 752 Pemudik Asal Jakarta

    Khofifah memprediksi jumlah kasur di wilayahnya berkurang, menyusul membludaknya pemudik ke Jatim. Maka itu, Khofifah meminta kepada seluruh pemerintah di kabupaten/kota menyediakan layanan observasi dan isolasi mandiri covud-19 hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

    "Sehingga pemudik yang pulang kampung terlebih dahulu akan dikarantina selama 14 hari, sebelum berkumpul dengan keluarganya," katanya.

    Dari hasil rapat koordinasi, Khofifah menyebut baru 2.527 desa atau setara dengan 29,9 persen dari 7.723 desa se-Jatim yang menyiapkan ruang observasi mandiri. Sedangkan ribuan desa sisanya belum menyiapkan sarana isolasi mandiri. "Kami harap Bupati atau Wali Kota menyiapkan layanan observasi ini, mengantisipasi covid-19," ujarnya.

    Kendati demikian, Khofifah meminta kepala desa untuk mengimbau warganya menunda mudik Lebaran. Ini upaya untuk menghindari anggota keluarga lainnya, tertular korona yang bisa saja terbawa saat perjalanan mudik.

    "Imbauan sudah dilakukan, dari pimpinan asosiasi sate madura, asosiasi soto lamongan, asosiasi penyetan lele misalnya. Kepala desa juga bisa meminta warganya tidak mudik dulu pada saat covid-19 belum berhenti total. Kalau terpaksa mudik, maka ini harus menyiapkan segala sesuatunya," jelasnya.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id