Industri Wisata dan Hiburan Jateng Bertumbangan Akibat Virus Korona

    Mustholih - 16 Maret 2020 16:55 WIB
    Industri Wisata dan Hiburan Jateng Bertumbangan Akibat Virus Korona
    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memimpin rapat koordinasi penanganan virus Covid-19 bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Foto: Dokumentasi Humas Pemprov Jateng.
    Semarang: Industri pariwisata di Provinsi Jawa Tengah bertumbangan akibat wabah virus korona covid-19. Jumlah kunjungan wisatawan lokal dan asing menurun drastis.

    "Untuk wisatawan lokal tingkat kunjungannya turun mencapai 72,49 persen dan 88,46 persen penurunan untuk wisatawan asing," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Semarang, Jateng, Senin, 16 Maret 2020.

    Namun, Ganjar tidak mengungkap data angka pembanding hingga menyatakan industri wisata di Jateng menurun akibat virus korona. Yang jelas, gara-gara korona, 40 destinasi wisata di sebelas kabupaten/kota di Jawa Tengah dinyatakan ditutup bagi wisatawan.

    Baca: Papua Pertimbangkan Opsi Lockdown Provinsi

    Ganjar mengatakan puluhan destinasi wisata yang ditutup, antara lain, berada di Surakarta, Wonogiri, Sragen, Karanganyar, Magelang, Klaten, Banyumas, dan Kota serta Kabupaten Semarang. 

    Akibatnya, kata Ganjar, tingkat keterhunian hotel di Jateng juga turut menurun. 

    "Sekarang tingkat hunian hotel turun 11,77 persen dan rata-rata menginap turun 0,6 persen dari 1,36 ke 1,3 persen," ujar Ganjar menegaskan.

    Selain menutup destinasi wisata, Ganjar mengungkap tempat-tempat hiburan di Jateng juga dinyatakan ditutup. Langkah tersebut diambil untuk menekan tingkat penyebaran virus korona yang lebih meluas di Jawa Tengah. 

    "Kami putuskan semua tempat hiburan ditutup karena kemungkinan persebaran di sana sangat tinggi," beber Ganjar.

    Baca: Risma tak Akan Lockdown Surabaya

    Menurut Ganjar, dalam kasus penyebaran virus korona, langkah pertama yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi yakni menyelamatkan warga Jateng. Ganjar menegaskan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah se-Jateng untuk membicarakan keringanan pajak di sektor industri hiburan. 

    "Jika manusia yang diselamatkan, perekonomian bisa dihidupkan. Tapi jika hanya perekonomian yang jadi fokus, semuanya akan mati," beber Ganjar.

    Keterangan Foto: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memimpin rapat koordinasi penanganan virus Covid-19 bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Foto: Dokumentasi Humas Pemprov Jateng.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id