Sepekan Kemarin, Covid-19 tak Pilih-pilih Orang

    Meilikhah - 22 Maret 2020 08:06 WIB
    Sepekan Kemarin, Covid-19 tak Pilih-pilih Orang
    Wali Kota Bogor, Bima Arya di kantornya, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (Foto: Medcom.id/ Rizky Dewantara)
    Jakarta: Kamis pagi, 19 Maret 2020, Indonesia, khususnya Jawa Barat, dihebohkan oleh berita Wali Kota Bogor Bima Arya Sugianto, positif covid-19. Tanpa gejala, ia dinyatakan terjangkit virus korona sepulang kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan.

    "Sore kemarin, 19 Maret 2020, Wali Kota Bogor Bima Arya telah menerima hasil tes swab yang menunjukkan positif covid-19. Tes dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2020, oleh RS Bogor Senior Hospital," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Newo Retno.
    Selengkapnya, di sini.

    Tak hanya menjangkiti sekitar 450 orang dan menyebabkan 38 orang meninggal, pandemik virus korona juga telah mengacaukan hal-hal dasar dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya pendidikan.

    Kegiatan belajar mengajar di hampir seluruh sekolah di Indonesia dialihkan ke rumah. Sejumlah sekolah bahkan menunda pelaksaan ujian nasional bagi siswa tingkat akhir demi mencegah potensi penyebaran virus korona. Selengkapnya di sini.

    Selain pelajar, pegawai pemerintah hingga perusahaan swasta 'merumahkan' pegawai mereka dengan menerapkan sistem kerja dari rumah (work from home). Sedangkan yang tak bisa melakukan pekerjaan di luar kantor, protokol pencegahan penyebaran virus korona ditetapkan secara ketat. Selengkapnya, di sini.

    Pelaksanaan pemilu serentak tahun ini pun terganggu oleh virus korona. Salah satu bakal calon calon wali kota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka, bahkan menyetop sementara kegiatan blusukan. Di Makassar, Sulawesi Selatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menunda pelantikan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Selengkapnya, di sini.

    Kendati ancaman penyebaran virus semakin nyata, semangat untuk memukul mundur covid-19 tak pernah pudar. Seperti yang dilakukan keluarga seorang balita positif virus korona di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

    Sang ibu mengungkapkan bagaimana perjuangan ia dan keluarga ditengah tekanan dari berbagai sisi. Namun kesulitan apa pun itu, akhir bahagia masih berpihak kepadanya. RSUP Dr Sardjito menyatakan sang buah hati sembuh dari covid-19. Selengkapnya, di sini 

    Tak hanya keluarga, pemerintah hingga petugas medis mencurahkan begitu besar perhatian mereka terhadap masyarakat yang masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), hingga masyarakat secara umum.

    Di setiap daerah, mereka bahu membahu berupaya mengentaskan wabah korona hingga nol kasus. Mulai dari menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penyediaan fasilitas disinfeksi dan cairan antiseptik. Selengkapnya di sini.

    Terlepas dari segala beban itu, keyakinan akan kesembuhan dan dijauhkan dari segala bentuk penyakit tetap harus dipupuk. Disamping juga patuh pada instruksi pemerintah sebagai upaya bersama memerangi virus yang belum punya penawarnya. Pun kisah dari mereka yang sembuh, patut dijadikan sebagai pelajaran untuk mengambil hal-hal yang bermanfaat alih-alih bersikap tak peduli pada lingkungan sekitar lantaran merasa diri sendiri baik-baik saja. Klik lagi di sini.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id