Motif Pelaku Pembunuhan Pengemudi Ojol di Brebes, Ingin Punya Motor

    Kuntoro Tayubi - 11 Juni 2021 20:23 WIB
    Motif Pelaku Pembunuhan Pengemudi Ojol di Brebes, Ingin Punya Motor
    Pelaku pembunuhan Driver Ojol di Kabupaten Brebes, Jamaludin digelandang polisi. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)



    Brebes: Pelaku pembunuhan pengemudi ojek online di Brebes, Jawa Tengah, Ahmad Jamaludin, 22, mengaku sebelum melakukan aksi keji dengan membakar korbannya, hanya ingin memiliki motor. Jamaludin diketahui baru pulang merantau dari Jakarta sebagai karyawan warung pecel lele.

    Sampai di Tegal menggunakan bus dari Jakarta, warga Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes ini memesan ojek online di dekat perempatan Pasifik Mall, Tegal.

     



    "Baru pulang dari Jakarta kerja di pecel lele. Turun di Tegal terus pesan ojek untuk mengantar ke rumah," kata Jamal di Mapolres, Jumat petang, 11 Juni 2021.

    Baca: Pengemudi Ojol Ditemukan Tewas Terbakar di Flyover Brebes

    Jamaludin mengaku tega menghabisi korban lantaran sejak dulu ingin memiliki sepeda motor. Di tengah perjalanan menuju rumahnya, ia pun berpikir akan menghabisi korban (driver ojol), kemudian membawa sepeda motornya. Sampai di flyover Kramat Sampang Kecamatan Kersana, pelaku mulai melancarkan aksinya menghabisi korban.

    "Pertama pas dalam perjalanan saya memukul korban yang sedang mengemudi dari belakang. Tidak ingat memukul berapa kali sampai terjatuh. Memukulnya di kepala bagian belakang," tambahnya.

    Usai terjatuh, lanjut Jamaludin, korban pingsan dan tidak sadarkan diri. Untuk menghilangkan jejak, Jamaludin pun membakar korban yang saat itu dalam keadaan pingsan. Ia mrmbakar korban menggunakan korek apinya dan mencari rerumputan dan dedaunan di sekitar lokasi, yakni di flyover. Ia mengaku, membakar korban terinspirasi dari tontonan televisi.

    "Sudah pingsan terus dibakar pakai dedaunan. Lihat di televisi kalau menghilangkan jejak dibakar," lanjutnya.

    Kasatreskrim Polres Brebes, AKP Hadi Handoko mengungkap sejumlah fakta baru berdasar hasil autopsi jenazah korban. Di antaranya korban ternyata sempat dianiaya sebelum mayatnya dibakar. Selain itu, dari hasil autopsi menunjukkan luka bakar yang dialami korban ada pada bagian tangan dan wajah. Korban juga mengalami patah tulang pada dasar tengkorak.

    "Hasil autopsi terjadi kekerasan benda tumpul pada bagian tengkorak belakang, korban sehingga mengalami pendarahan. Itulah yang menyebabkan kematian pada korban, yaitu kekerasan benda tumpul di belakang kepala dan patah tulang dasar tengkorak," kata Handoko.

    Tim Resmob Satreskrim  Polres Brebes, berhasil meringkus pelaku pembunuhan pengemudi Ojek Online (Ojol), Slamet Ariswanto, 34, warga Desa Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jumat petang, 11 Juni 2021. Pelaku adalah Ahmad Jamaludin, 21, warga Desa Sengon Kecamatan Tanjung.

    Pelaku bekerja sebagai karyawan warung pecel lele di Jakarta. Pelaku terpaksa dihadiahi timah panas di kaki kirinya lantaran berusaha melarikan diri saat disergap di rumahnya di Desa Sengon. Pelaku berusaha lari ke arah sawah di dekat rumahnya. Aksi kejar-kejaran dengan petugas pun sempat terjadi. Namun akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan polisi yang melakukan tindakan terukur.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id