Langgar Prokes, Anggota TNI Aniaya 2 Pelajar di Timor Tengah Utara

    Media Indonesia.com - 31 Juli 2021 16:21 WIB
    Langgar Prokes, Anggota TNI Aniaya 2 Pelajar di Timor Tengah Utara
    Ilustrasi. Dok. MI



    Timor Tengah Utara: Seorang anggota TNI di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), berinsial Kopka EP menganiaya dua pelajar hingga babak belur. Korban dianiaya karena dinilai melanggar protokol kesehatan (prokes) covid-19.

    Peristiwa terjadi di Desa Supul, Kecamatan Biboki Selatan, Jumat malam, 30 Juli 2021. Kedua korban yakni Juventus Uskenat (15) siswa kelas 3 SMP Negeri Manufui dan Yakobus Naisasu (17) siswa SMA Negeri Manufui. 

     



    Akibat penganiayaan itu, Yakobus menderita luka serius di bagian wajah. Ia juga mengeluh sakit di bagian dada. Sedangkan Juventus menderita luka ringan dan dirawat di Puskesmas Manufui, Biboki Selatan. 

    "Tadi pagi, Dandim bersama anggota TNI datang dan membawa Yakobus ke rumah sakit di Kefamenanu untuk dirawat," kata Kepala Desa Supul, Marselus Tani kepada Media Indonesia lewat sambungan telepon, Sabtu, 31 Juli 2021. 

    Menurut Marselus, anggota TNI tersebut bertugas sebagai Babinsa di Desa Tainsala, Kecamatan Insana Tengah. Sebelum kejadian, dia sedang dalam perjalanan dengan sepeda motor dari Tainsala dan melintasi Desa Supul.

    "Saat itu, anggota TNI tersebut melihat ada tiga anak berada di tempat permainan biliar. Kemudian mendekati mereka dan tanya nama, umur dan difoto," cerita Marselus. 

    Dari tiga anak tersebut, satu orang Blandino Boy Bansu (14) melarikan diri. Sedangkan dua orang lainnya dibawa ke rumah salah satu warga yang juga anggota keluarga Yakobus Naisasu. Di rumah tersebut, korban dipukul dan ditendang oleh Kopka EP. 

    Baca: Balas Dendam, 10 Pemuda Keroyok Jukir hingga Meninggal

    Dandim 1618 TTU, Letkol Arm Roni Junaidi membenarkan kejadian penganiayaan yang dilakukan anggota TNI tesebut. "Betul, yang satu orang dalam kondisi luka di bibir, kami sudah jenguk," ujarnya. 

    Menurutnya, satu korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Roni juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan menyebutkan akan bertanggung jawab untuk pengobatan korban.

    "Untuk anggota, sedang kami proses. Kita sudah ketemu keluarga korban untuk selesaikan," tambah Roni. 

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id