Polisi Bekuk Pelaku Kejahatan Hipnotis Lintas Daerah

    Andi Aan Pranata - 23 Agustus 2017 18:51 WIB
    Polisi Bekuk Pelaku Kejahatan Hipnotis Lintas Daerah
    Dua pelaku kejahatan hinpnotis ditangkap. MTVN/Andi



    medcom.id, Makassar: Aparat Reserse Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menangkap dua pelaku kejahatan hipnotis di Makassar, Sulsel, Selasa 22 Agustus 2017. Pelaku diidentifikasi sebagai pelaku penipuan yang beraksi meraup uang korban di berbagai daerah dalam negeri.

    Mereka yang ditangkap masing-masing wanita bernama Ladarise, 40 tahun, warga kabupaten Sidrap, Sulsel dan Asria, 45 tahun, warga Makassar. Keduanya dibekuk di dua tempat berbeda di Makassar setelah dikejar sejak pekan lalu.

     



    “Pelaku dilaporkan telah beraksi di 14 lokasi sejak Januari 2017. Sebagian besar aksinya dilakukan di Sulsel, dan beberapa lagi di Sulawesi Barat dan Kalimantan Timur,” kata Wakil Direktur Kriminal Umum AKBP Sudarmadi pada konferensi pers di kantornya, Rabu 23 Agustus 2017.

    Polisi Bekuk Pelaku Kejahatan Hipnotis Lintas Daerah
    Barang bukti hasil kejahatan hipnotis. --MTVN/Andi--

    Bersama pelaku, aparat kepolisian menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan. Di antaranya uang tunai Rp1,2 juta, 16 kartu ATM, puluhan set perhiasan, telepon genggam, serta satu unit mobil.

    Sudarmadi mengungkapkan, pelaku secara bersama-sama selama ini meraup uang ratusan juta. Pada 19 Agustus lalu, dia antara lain membawa kabur uang Rp73,9 juta dari warga Jeneponto, Sulsel bernama Murtini. Adapun dari korban lain, mereka mengambil uang dengan nilai bervariasi, antara Rp1 juta hingga Rp40 juta.

    Dalam beraksi, pelaku disebut bertindak seolah-olah perwakilan Kerajaan Brunei Darussalam. Dari para korbannya, mereka meminta uang sebagai investasi dan berjanji akan digandakan.

    “Pelaku juga mengiming-imingi korban dengan batu permata yang dipercaya bisa menggandakan uang. Korban baru sadar belakangan bahwa itu hanya bualan,” ujar Sudarmadi.

    Polda Sulsel mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap kejahatan penipuan yang menggunakan ilmu hipnotis dan sejenisnya. Aksi itu bisa dicegah dengan menaruh kecurigaan kepada orang yang baru dikenal. Saat sendirian di tempat umum, warga diharap tidak mengosongkan pikiran sehingga bisa dimasuki gangguan sihir.

    “Kasus ini masih dalam pengembangan, dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” kata Sudarmadi.


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id