Cerita Penyandang Disabilitas di Malang Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

    Daviq Umar Al Faruq - 02 Agustus 2021 15:35 WIB
    Cerita Penyandang Disabilitas di Malang Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19
    Vaksinasi penyandang disabilitas di Dome UMM, Malang, Jawa Timur, Senin 2 Agustus 2021.



    Malang: Firoos Musyaffa, 26, sangat antusias saat mengikuti vaksinasi covid-19 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Malang, Jawa Timur, Senin 2 Agustus 2021. Pasalnya, penyandang disabilitas tersebut sebelumnya telah beberapa kali mendaftar program vaksinasi covid-19.

    "Vaksinasi ini carinya susah. Saya biasanya dapat info dari Instagram. Sudah lebih dari tiga kali daftar tapi selalu penuh," ujar Bayu Siti Harini, 47, ibu dari Firoos Musyaffa.

     



    Siti, sapaan akrabnya, mengaku anaknya mengidap autisme berat. Sehingga, buah hatinya tersebut kesulitan berkomunikasi atau berbicara dengan orang lain. 

    "Kebetulan anak saya ini autis berat. Kalau autis umum, ada di interaksi. Jadi sama sekali tidak mau bicara," ungkapnya.

    Firoos yang saat ini bersekolah di Sekolah Luar Biasa SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) tersebut telah mengidap autisme sejak usia 5 tahun. Meski begitu, ia tidak keberatan saat diajak untuk mengikuti vaksinasi covid-19.

    "Alhamdulillah anak saya sudah patuh. Tadi awalnya saya ajak jalan-jalan. Karena kalau diajak vaksin, dia tidak paham. Jadi diajak jalan-jalan," ujarnya.

    Selain Firoos, juga ada Nurul Iftitah, 38, yang mengikuti vaksinasi covid-19 di UMM. Penyandang disabilitas tuna rungu tersebut mengikuti vaksinasi covid melalui arahan dari salah satu paguyuban difabel di Malang.

    "Jadi dari teman paguyuban, diarahkan. Langsung di sini memang ada program vaksin yang Sinopharm. Dia memang menunggu," kata Aslikah, pendamping Nurul Iftitah.

    Baca: Polda Sumsel Periksa Anak Akidi Tio Terkait Bantuan Rp2 Triliun

    Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, Kota Malang adalah daerah yang pertama di Jawa Timur yang menjalani vaksinasi untuk difabel, yakni di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Islam Malang (Unisma). Vaksin yang digunakan difabel tersebut menggunakan vaksin Sinopharm 

    "Khusus difabel usia 18 tahun ke atas dan vaksinasi bagi penyandang disabilitas dengan vaksin Sinopharm. Jadi Kota Malang ini adalah daerah pertama dimana penggunaan vaksin Sinopharm bagi difabel," katanya di UMM.

    Khofifah menjelaskan, stok vaksin Sinopharm disimpan di cold storage milik Dinas Kesehatan Kota Malang. Jatah vaksin tersebut untuk para difabel di kawasan Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu).

    "Untuk saudara-saudara yang difabel, asosiasi-asosiasi disabilitas di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu monggo (silahkan), karena vaksin itu ada di cold storage di Dinas Kesehatan Kota Malang," ujarnya.

    Sebagai informasi, para penyandang disabilitas yang disuntik vaksin covid-19 di UMM sebanyak 10 orang. Sedangkan, difabel yang disuntik vaksin covid-19 di Unisma sebanyak 25 orang.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id