Resepsi Pernikahan di Kota Cirebon Dibatasi 3 Jam

    Ahmad Rofahan - 21 Juni 2021 21:15 WIB
    Resepsi Pernikahan di Kota Cirebon Dibatasi 3 Jam
    Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis. Medcom.id/ Ahmad Rofahan



    Cirebon: Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, membatasi acara resepsi pernikahan dibatasi waktu operasionalnya hanya 3 jam baik dalam ruangan maupun luar ruangan. Hal tersebut dilakukan karena kasus covid-19 di Kota Cirebon masih cenderung tinggi.

    "Bukan hanya dibatasi waktu operasionalnya aja, tapi pembatasan jumlah tamu undangan juga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ungkap Azis, Senin, 21 Juni 2021.

     



    Baca: Pemkab Jepara Rekrut Nakes Pembantu

    Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Cirebon bernomor 443/SE.50-PEM tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 berlaku mulai tanggal 18-28 Juni 2021.

    Dalam surat tersebut tercantum jika Wali Kota Cirebon meminta agar PPKM Mikro diterapkan ditingkat RT/RW dengan mempertimbangkan zonasi pengendalian wilayah yang disesuaikan dengan zona hijau, oranye, dan merah.

    Bukan hanya itu, jam operasional pasar induk rakyat pun turut dibatasi mulai pukul 02.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. Sedangkan untuk pasar rakyat non induk diperkenankan beroperasi mulai pukul 04.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.

    Sedangkan untuk pusat perbelanjaan, mal, dan minimarket diperkenankan beroperasi sampai dengan pukul 21.00 WIB serta pembatasan pengunjung sebesar 50 persen dari daya tampung lokasi.

    Sementara itu untuk jam operasional rumah makan, restoran, pedagang kaki lima dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB.

    "Lalu untuk lokasi pariwisata bidang hiburan malam, karaoke, cafe, bioskop, panti pijat, billiard, dan arena ketangkasan dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 23.00 WIB," jelasnya.

    Kegiatan tersebut juga dilakukan pembatasan jumlah pengunjung sebesar 50 persen dari kapasitas jumlah lokasi.

    Azis juga mengungkapkan dengan mempertimbangkan angka kasus saat ini. Membuat pihaknya mengeluarkan kebijakan terkait soal pasar malam, pasar mingguan, pasar dadakan seperti pasar dadakan di Stadion Bima.

    "Kita juga menutup sementara kegiatan pasar dadakan seperti pasar dadakan Stadion Bima, karena kita ingin melakukan pembatasan dengan cara mengurangi jumlah kerumunan," ujarnya.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id