Bali Siapkan 35 Hotel Mewah untuk Karantina Turis

    Media Indonesia.com - 06 Oktober 2021 08:59 WIB
    Bali Siapkan 35 Hotel Mewah untuk Karantina Turis
    Ilustrasi--Pekerja hotel menyiapkan masker dan cairan pembersih tangan sebagai 'amenities' tambahan bagi tamu hotel di Hotel Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Badung, Bali (Foto: ANTARA/Fikri Yusuf)



    Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali menggandeng seluruh stakeholder terkait untuk menyiapkan hotel mewah untuk tempat karantina wisatawan mancanegara yang akan segera 'menggeliat' dalam waktu dekat ini.

    Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Bali Made Rentin mengatakan, koordinasi persiapan hotel karantina sudah dilakukan lintas sektor. Mulai dari Pemprov Bali selaku pemegang regulasi bersama Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Satgas Penanganan Covid-19 Bali, PHRI, dan para travel agen di Bali.

     



    "Koordinasi lintas sektor sudah dilakukan. Fasilitas hotel memadai. Prokes ketat. Ini berarti Bali sudah siap buka. Bali saat ini dalam kondisi siap menerima Wisman. Tentu saja sudah sesuai tatanan kehidupan baru dalam pandemi covid-19," ujarnya, Rabu, 6 Oktober 2021.

    Menurut Rentin, ada 35 hotel berbintang dan bertaraf internasional di Bali yang disiapkan untuk tempat karantina. Puluahan hotel itu tersebar di wilayah Nusa Dua, Sanur, Ubud, kompleks Bandara Ngurah Rai, Kuta, dan Tuban.

    "Totalnya 8.047 kamar. Jumlah ini lebih dari cukup karena keterisian kamar per hari sudah bisa diprediksi dengan jumlah kedatangan wisatawan pasca-dibuka nantinya," terang dia.

    Baca juga: PPKM Kota Tebing Tinggi Terjun ke Level 1

    Rentin melanjutkan, bila jumlahnya meningkat, jumlah kamar hotel pun akan ditambah. Ia menjamin Bali tidak akan pernah kekurangan hotel karantina bagi wisatawan yang akan datang. Semua sumber daya hotel di Bali akan dimanfaatkan untuk lokasi karantina bila jumlah kedatangan wisman melebihi ketersediaan kamar.

    "Semua biaya yang dikeluarkan oleh tamu selama karantina menjadi tanggung jawab tamu yang bersangkutan. Artinya, biaya karantina, test PCR, dan sebagainya dibebankan kepada tamu," jelas dia.

    Rentin pun meminta pihak travel agen agar bisa memberikan penjelasan kepada tamu bahwa seluruh biaya tersebut ditanggung sendiri. Ini semua sudah menjadi kebiasaan di tatanan kehidupan baru era pandemi covid-19.

    Ia menambahkan semua hotel yang sudah menjadi lokasi karantina tidak mesti harus permanen. Hotel sudah menyiapkan lokasi bagi tamunya yang mungkin sudah dipesan sebelumnya. Artinya, tamu bisa juga tinggal permanen di hotel yang bersangkutan selama berada di Bali.

    "Lama karantina yakni 7 hari. Di hari terakhir semua akan dicek melalui PCR. Bila hasilnya negatif maka mereka akan dibolehkan keluar dari lokasi karantina," tutup dia. (Arnoldus Dhae)

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id