comscore

Susah Sinyal, Warga Desa Tebuah Elok Terpaksa Mendaki Bukit

Gervin Nathaniel Purba - 09 Agustus 2021 20:23 WIB
Susah Sinyal, Warga Desa Tebuah Elok Terpaksa Mendaki Bukit
Warga desa harus menanjak ke sebuah bukit yang dijuluki bukit sinyal. (Foto: Metro TV)
Sambas: Jangkauan sinyal telekomunikasi masih belum cukup bagus di Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Warga desa tersebut masih belum bisa mengakses informasi secara lengkap maupun menjalin komunikasi dengan lancar melalui ponselnya.

Kepala Dusun Elok Asam Steidy Ponamon membenarkan hal tersebut. Menurutnya, warga desa kesulitan untuk mengakses internet selama sekitar 22 tahun. Akibatnya, para warga desa kurang mengetahui perkembangan yang sedang terjadi.
"Desa kami tidak dapat akses untuk melihat perkembangan di luar sana," kata Steidy, dalam program BAKTI untuk Indonesia, Senin, 9 Agustus 2021.

Untuk bisa mendapatkan sinyal telekomunikasi yang sempurna, mereka harus naik dulu ke sebuah bukit yang mengarah ke perbatasan Kabupaten Bengkayang. Salah satu bukit yang dituju ialah Bukit Sejauh.

Warga Desa Tebuah Elok biasanya nongkrong di situ sambil puas menikmati kelancaran jaringan telekomunikasi. Misalnya, membuka media sosia, mencari informasi melalui berita, dan sebagainya.

Susah Sinyal, Warga Desa Tebuah Elok Terpaksa Mendaki Bukit
(Kepala Dusun Elok Asam Steidy Ponamon. Foto: Metro TV)

"Oleh kepala desa disebutnya bukit sinyal. Oleh sebab itu, anak-anak, orang tua atau warga pada umumnya datang ke bukit ini hanya untuk mengakses internet," katanya.

Kesulitan akses internet juga memengaruhi sistem belajar mengajar. Guru SDN Elok Asam Tommy memaparkan kondisi tersebut. Masalah ini tidak memungkinkan sekolah untuk melakukan kegiatan belajar secara daring, atau dari rumah.

"Sinyal di sini sangat sulit. Untuk mendapatknya sinyal harus naik ke gunung yang sangat tinggi," kata Tommy.

Oleh sebab itu, SDN Elok Asam masih memberlakukan pelajaran tatap muka (PTM) namun tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Setiap kelas diisi maksimal 10 murid dan diterapkan sistem ganjil-genap. Jika hari ini tanggal ganjil, maka yang masuk kelas ganjil.

"Semua ini berdasarkan kesepakatan komite dan orang tua. Bukan keinginan sendiri," katanya.

Harapan warga Desa Tebuah Elok untuk bisa merdeka mengakses internet bisa terwujud. Saat ini, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunfikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) sedang membangun menara base transceiver station (BTS).

"Di Sambas, ada tiga kecamatan yang dibangun BTS, yakni Kecamatan Subah (di dalamnya mencakup Desa Tebuah Elok), Kecamatan Sejangkung, dan Kecamatan Sajingan Besar," ujar CMA QA Manager Yudhistira Fahridalan.

Menurut Yudhistira, pembangunan menara BTS akan memakan waktu sekitar 1,5 bulan, Mulai dari implementasi hingga on air. Dia menegaskan BAKTI Kominfo berkomitmen memberikan solusi nyata dalam menghadirkan sinyal internet di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).



(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id