Tiap Hari Awal Oktober Lima Pasien Covid-19 di Sumbar Meninggal

    Antara - 11 Oktober 2020 10:24 WIB
    Tiap Hari Awal Oktober Lima Pasien Covid-19 di Sumbar Meninggal
    Petugas memakamkan jenazah pasien covid-19 sesuai dengan protokol pencegahan penularan penyakit infeksi di Padang, Sumatera Barat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.
    Padang: Dinas Kesehatan di Sumatra Barat (Sumbar) mencatat setiap hari rata-rata ada lima pasien covid-19 yang meninggal pada awal Oktober 2020. Pada awal Oktober kematian akibat covid-19 paling banyak terjadi pada Rabu, 7 Oktober dengan jumlah pasien yang meninggal 11 orang.

    "Dalam periode 1 sampai 10 Oktober 2020 total ada 50 orang pasien yang meninggal, (jika) dirata-rata lima orang setiap hari," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman, di Padang, Minggu, 11 Oktober 2020.

    Baca: 7 Kasus Baru Covid-19 Tercatat di Bulungan

    Jasman menjelaskan untuk paling sedikit kasus kematian yaitu terjadi pada Kamis, 8 Oktober 2020 dengan dua kematian pasien covid-19. Data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa selama sepuluh hari pertama Oktober 2020 terjadi penambahan 2.084 kasus covid-19 di Sumbar.

    "Jika dirata-rata setiap hari ada 208 orang yang terkonfirmasi positif covid-19. Penyebarannya hampir di seluruh kabupaten dan kota," jelas Jasman.

    Jumlah akumulatif kasus covid-19 di Sumbar sejak awal Maret hingga 10 Oktober 2020 total mencapai 8.358 kasus dengan jumlah pasien yang  sudah dinyatakan sembuh dari penyakit itu seluruhnya 4.689 orang.

    Menurut data pemerintah, pasien covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit tercatat 416 orang, pasien yang melakukan isolasi mandiri 2.750 orang, pasien yang menjalani karantina di fasilitas isolasi daerah 224 orang, pasien yang menjalani karantina di fasilitas BPSDM 46 orang, dan pasien yang menjalani isolasi di gedung Balai Diklat PPSDM sebanyak 56 orang.

    Kota Padang tercatat sebagai daerah dengan kasus covid-19 paling banyak dan dikategorikan sebagai daerah dengan risiko tinggi penularan virus korona (zona merah) bersama Sawahlunto, Padangpariaman, dan Agam.

    "Melihat tren angka positif dan (pasien) meninggal yang terus naik, sudah seharusnya warga Sumatera Barat semakin meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi dengan segala cara, terutama penerapan protokol kesehatan dalam segala kegiatan," ujar Jasman.

     

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id