MataAir Dorong Santri Menguasai Basis Teknologi Digital

    Medcom - 21 November 2020 11:23 WIB
    MataAir Dorong Santri Menguasai Basis Teknologi Digital
    Ketua Yayasan MataAir, Abdurrahman Shaleh Fauzi. Dokumentasi/ istimewa
    Kudus: MataAir Foundation melanjutkan pendampingan dan kolaborasi bersama santri dan pelajar se-Kabupaten Kudus untuk memperkuat pemberdayaan santri khususnya untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi berbasis teknologi digital.

    Dengan menggandeng Direktorat PD Pontren Kemenag RI dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus, ada 50 peserta aktif dari berbagai madrasah dan pondok pesantren menghadiri diskusi interaktif bertajuk Halaqah Santri Digital dengan tema Menjawab Tantangan New Normal Melalui Kreasi Konten Digital di Resto Kampung Sawah, Kudus, Jumat, 20 November 2020.

    "Pandemi memaksa kita untuk masuk dalam dunia digital lebih dalam, ini menjadi satu satunya cara kita berkomunikasi sehari hari agar tetap produktif dan tidak ketingggalan informasi," kata Ketua Yayasan MataAir, Abdurrahman Shaleh Fauzi, dalam keterangan resmi, Sabtu, 21 November 2020.

    Baca: PSBB Kabupaten Bogor Perketat Potensi Kerumunan Massa

    Dia mengungkapkan bahwa pemanfaatan media sosial sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kegelisahan Fauz menjadi alasan kegiatan ini diselenggarakan. Menurutnya pelajar jangan sampai gagap dengan dunia digital.

    Fenomena yang terjadi banyak pelajar dan santri yang telah memanfaatkan media sosial, namun tak sedikit pula yang justru jadi korban media sosial karena belum menguasai pemahaman literasi digital dengan baik.

    "Kita harus bisa mengelola media sosial dengan sebaik mungkin dengan menghindari nilai dan dampak negatif yang timbul dari penggunaan media sosial," jelas Fauz.

    Fauz berharap lahirnya talenta muda kreatif yang mampu menjadi kreator konten digital dengan menggunakan berbagai platform media sosial sebagai sarana melakukan kreatifitas digital.

    Sementara Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdhlatul Ulama, Muhammad Chasan Fauzi, mengungkapkan sudah saatnya pelajar dan santri memahami dan memanfaatkan literasi digital agar menguasai ruang publik di era revolusi industri yang ditandai dengan disrupsi digital.

    "Halaqah Santri Digital ini ialah ikhtiar MataAir Foundation bersama Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Kudus agar pelajar dan santri dapat menjadi kreator digital yang terdidik dan terlatih di generasi ini," kata Fauzi.

    Fauzi menganggap halaqah ini merupakan solusi yang strategis dan berdampak positif untuk mengurangi kejenuhan pelajar dan santri yang terpaksa melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar dari rumah selama ini.

    "Kegiatan ini memberikan solusi yang produktif serta dampak yang positif bagi penguatan literasi digital pelajar dan santri kedepan," ujar Fauzi.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id