Kemenkes Dorong Pengembangan Industri Obat Tradisional

    Patricia Vicka - 20 Agustus 2019 16:02 WIB
    Kemenkes Dorong Pengembangan Industri Obat Tradisional
    Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek di yogyakarta, Selasa, 20 Agustus 2019
    Yogyakarta: Kementerian Kesehatan sedang berupaya mengembangkan industri obat tradisional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mensinergikan antara akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas untuk memperkenalkan obat tradisional ke seluruh masyarakat Indonesia.

    Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan langkah ini dilakukan sesuai dengan instruksi presiden yang tertuang dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2016. Inpres tersebut mengamanatkan untuk memfasilitasi pengembangan industri farmasi dan alkes ke arah biopharmaceutical, vaksin, natural, dan Active  Pharmaceutical Ingredients (API) kimia.

    Saat ini sambung, Nila, Indonesia memiliki kekayaan alam hayati yang melimpah untuk diolah dalam industri farmasi dan industri obat tradisional.

    "Berdasarkan Riset Tumbuhan Obat dan Jamu tahun 2017, Indonesia memiliki sumber alam hayati yang terdiri dari 2.848 spesies tumbuhan obat dengan 32.014 ramuan obat. Itu bisa jadi peluang,” kata Nila dalam 'Simposium Pengembangan Industri Obat Tradisional dan Peningkatan Penggunaan Obat Tradisional' di Yogyakarta, Selasa 20 Agustus 2019.

    Upaya lainnya yang ditempuh adalah  mensaintifikasi jamu. Saintifikasi Jamu adalah pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan.

    "Proses saintifikasi jamu bertujuan untuk memberikan landasan ilmiah (evidenced based) terhadap ramuan jamu," kata Nila.

    Dari sisi industri, Kemenkes berupaya meningkatkan penggunaan obat tradisional pada fasilitas pelayanan kesehatan.  Pasalnya Nila, yakin obat tradisional dapat digunakan untuk mencegah penyakit dan menjaga kesehatan.

    Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2010 hingga 2018, masyarakat yang menggunakan upaya kesehatan tradisional meningkat sebesar 44,3%.

    "SDM berkualitas dimulai dari tubuh yang seha. Jangan sampai sakit- sakitan," kata Nila.

    Kemenkes juga berharap para akademis meningkatkan penelitian yang dapat diaplikasikan untuk menjadi obat tradisional. Pemerintah Daerah juga didorong untuk  menggunakan obat herbal terstandar di Puskesmas melalui penggunaan dana alokasi khusus bidang kesehatan. Begitu pula rumah sakit juga diminta meningkatkan penggunaan obat tradisional dan melakukan pelayanan berbasis penelitian.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id