comscore

Upaya Cepat Pemerintah Cegah Wabah PMK di Jawa Tengah

Antara - 14 Mei 2022 10:48 WIB
Upaya Cepat Pemerintah Cegah Wabah PMK di Jawa Tengah
ilustrasi/Medcom.id
Jawa Tengah: Pemerintah melalui Kementerian Pertanian gerak cepat berupaya mengendalikan dan mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Jawa Tengah dan Timur. Hal ini bertujuan agar wabah PMK tidak semakin meluas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan perlu langkah cepat dan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan. Semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat pemulihan ternak yang teridentifikasi positif PMK.
"Wabah PMK itu ada dan kita lihat tren penyembuhan yang sangat positif. Hari ini semua mengatakan seperti itu. Kecepatan kita bereaksi mengambil tindakan itu menentukan hasil," kata Syahrul, Sabtu, 14 Mei 2022.

Syahrul menjelaskan ada beberapa kunci upaya mempercepat penanganan PMK. Pertama, semua pihak bersikap tenang karena pemerintah sudah terjun ke lapangan untuk bekerja optimal dan hasil penanganan PMK yang semakin membaik.

"Kedua, perbaiki data. Ini saatnya kita benahi dan faktualisasi data, termasuk berapa jumlah populasi, jumlah yang terkena PMK dan lainnya. Data itu yang objektif dan normatif," kata Menteri Pertanian.

Ketiga, lanjut Syahrul, pemerintah telah membentuk gugus tugas nasional dan harus ditindaklanjuti secara serius dengan membentuk gugus tugas provinsi dan kabupaten. Dari gugus tugas tersebut nantinya akan dibentuk Satuan Tugas (Satgas) yang didukung Polri, TNI dan Kejaksaan, untuk mendukung percepatan penanganan PMK.

Baca: 536 Sapi di Bangka Belitung Terinfeksi PMK

"Gugus tugas ini berfungsi menyusun dan melakukan agenda aksi serta sebagai pusat informasi. Oleh karena itu termasuk pengendalian satgas harus siap, sehingga tidak ada informasi yang bias terkait kebenaran ternak yang terkena dan mati karena PMK," kata Mentan.

Selanjutnya, pemerintah membuat sejumlah agenda, seperti agenda darurat, seperti lockdown atau menutup daerah migrasi ternak. Lalu, agenda temporer adalah vaksinasi dan penyembuhan, dan pemulihan.

"Kemudian, sosialisasi terkait PMK itu tidak berbahaya pada manusia. Daging yang terkena PMK aman asalkan dimasak sampai matang," ucapnya.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan bantuan obat hewan, desinfektan, dan alat pelindung diri (APD), serta telah membentuk gugus tugas nasional penanganan PMK. Saat ini Kementerian Pertanian menetapkan dua provinsi yang ditetapkan sebagai wabah PMK pada hewan, yakni Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Aceh.

Pemerintah berupaya mengendalikan dan mencegah penyebaran PMK agar tidak meluas dan tidak terjadi wabah di daerah lainnya.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id