367 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Jember

    Antara - 02 Februari 2020 10:27 WIB
    367 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Jember
    Salah seorang warga di Perkebunan Kalijompo masih bertahan di tenda pengungsian hingga Minggu pagi karena akses jalan menuju Perkebunan Kalijompo terputus. (Foto : ANTARA/ Zumrotun Solichah)
    Jember: Pusat Pengendali Operasional (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Jawa Timur, mencatat sebanyak 367 jiwa mengungsi akibat banjir bandang di Desa Klungkung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu sore, 1 Februari 2020. Banjir bandang itu menyebabkan satu jembatan putus. 

    "Penyintas yang mengungsi dan dievakuasi terdapat di RT04/ RW08 di Perkebunan Kali Jompo sebanyak 18 jiwa, Utara sungai sebanyak 68 KK atau 148 jiwa, di pabrik sebanyak 14 KK (42 jiwa), di RT03/ RW08 terdapat 12KK (61 jiwa), di Dusun Gendir sebanyak 12KK (65 jiwa), RT08/ RW04 sebanyak 4KK (11jiwa), dan di gubuk sebanyak 9KK (22 jiwa), sehingga totalnya 367 jiwa," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Heru Widagdo di Jember, Minggu, 2 Februari 2020.

    Heru menerangkan banjir bandang itu menyebabkan satu jembatan penghubung pabrik Perkebunan Kalijompo putus, dinding penahan tanah di Jalan Mawar, Kecamatan Patrang, terkikis dengan lebar 10 meter dan tinggi lima meter, dan 15 rumah terendam lumpur di RT03/ RW01 Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang.

    "Kami juga sudah mendistribusikan bantuan logistik untuk mendukung dapur umum bagi pengungsi yang berada di tenda-tenda darurat," terangnya.

    Sementara itu, Bupati Jember Faida bersama Dandim 0821 Jember Letkol Inf Laode M Nurdin meninjau lokasi bencana banjir bandang di Kalijompo Sabtu malam. Dari pengecekan itu, sebanyak 86 kepala keluarga telah diungsikan. 

    "Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan para pengungsi tersebut dikumpulkan di dua tempat," kata Bupati Jember, Faida.

    Farida menerangkan dari hasil pengecekan ditemukan sungai yang pinggirnya terkikis hingga jalan di atasnya terputus. Sementara jalan yang terputus itu merupakan akses utama menuju ke Kebun Kalijompo.

    "Terputusnya jalan tersebut bisa mengakibatkan anak-anak sekolah dan pekerja buruh Kebun Kalijompo mengalami kesulitan, sehingga harus dibuatkan jalan alternatif," ujarnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id