Stok Beras di DIY Aman Hingga Akhir Tahun

    Ahmad Mustaqim - 30 Juni 2020 15:08 WIB
    Stok Beras di DIY Aman Hingga Akhir Tahun
    Ilustrasi. FOTO: MI/BENNY BASTIANDY
    Yogyakarta: Badan Urusan Logistik (Bulog) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan stok kebutuhan beras masih aman hingga akhir 2020. Serapan gabah di Yogyakarta masih aman meski diterpa pandemi covid-19.

    "Stok beras di gudang saat ini 28.000 ton. Masih cukup banyak, bisa sampai akhir tahun," kata Kepala Bidang Pengadaan Kantor Wilayah Perum Bulog DIY, Mulyanta, saat dihubungi, Selasa, 30 Juni 2020.

    Baca: 33 Pedagang Pasar Kebon Semai Palembang Positif Covid-19

    Mulyanta menjelaskan Yogyakarta menghadapi panen raya padi pada Mei dan Juni 2020. Di sisi lain, kondisi di lapangan terjadi pergeseran musim hujan, dari sebulan hingga dua bulan.

    Menurutnya dari biasanya bulan Maret sudah terjadi pergeseran musim, kini masa terakhir musim hujan menjadi bulan Mei-Juni. "Serapan dari petani rata-rata 500 ton beras. Baik dari (petani) wilayah DIY, maupun karesidenan Kedu hingga Banyumas," jelasnya.

    Dia kembali mengatakan harga jual dari petani sekitar Rp8.300 per kilogram. Sementara harga gabah kering giling Rp5.300 per kilogram. Menurut dia nilai itu sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020.

    Ia mengungkapkan penyerapan beras komersial maupun beras cadangan pemerintah mencapai 27.067 ton. Stok beras saat ini bisa dipakai untuk operasi pasar bersama dinas lain, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY.

    "Kami siap melayani jika sewaktu-waktu di kabupaten atau kota perlu ada operasi pasar," ujarnya.

    Sementara itu, Pemerintah DIY telah menyerahkan bantuan ke panti sosial dan pondok pesantren yang terdampak pandemi covid-19. Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Pemerintah DIY untuk Penanganan Covid-19, Biwara Yuswantana, mengatakan nilai bantuan yang diserahkan lebih dari Rp1 miliar.

    "Jadi selama pandemi Pemerintah DIY membuka posko dan donasi. Hasilnya terkumpul Rp1.032.000.000," kata Biwara di Kepatihan Yogyakarta.

    Biwara mengatakan bantuan itu diserahkan ke 125 panti sosial dan 76 pondok pesantren. Sasaran penerima bantuan dipilih yang masih melakukan aktivitas hingga saat ini.

    "Bantuan yang kami serahkan berupa beras, gula, minyak, dan alat kesehatan. Paket kita hitung sesuai penghuni panti dan pondok pesantren," beber Biwara

    Ia merinci konversi bantuan itu berupa beras sebanyak 24,216 ton, gula 16.464 ton, minyak goreng 8.232 liter, thermo gun 200 buah, 383 galon hand sanitizer. Lima jenis barang itu kemudian dijadikan ribuan paket sembako.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id