Polisi Tetapkan 2 Tersangka Baru Kericuhan Aksi Tolak UU Ciptaker di Malang

    Daviq Umar Al Faruq - 14 Oktober 2020 11:36 WIB
    Polisi Tetapkan 2 Tersangka Baru Kericuhan Aksi Tolak UU Ciptaker di Malang
    Demo di depan Gedung DPRD Kota Malang, Kamis 8 Oktober 2020. Medcom.id/Daviq
    Malang: Polresta Malang Kota menetapkan dua tersangka baru saat kericuhan yang terjadi pada aksi demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) di depan Gedung DPRD Kota Malang, Kamis 8 Oktober 2020 lalu. Total tiga orang telah ditetapkan tersangka.

    Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, mengatakan, kedua tersangka baru tersebut terdiri dari satu orang mahasiswa dan satu orang sekuriti. Keduanya diduga terlibat dalam kericuhan pada aksi demo tolak UU Ciptaker tersebut.

    "Kami sudah menetapkan dua orang tersangka baru. Mereka terbukti melakukan pengrusakan kendaraan dinas, termasuk mobil Patwal Satpol PP," katanya, Rabu 14 Oktober 2020.

    Dua tersangka baru tersebut ditetapkan dari 129 orang yang ditangkap pasca aksi. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap dua tersangka baru tersebut. 

    "Masih kami dalami dan penyidikan lebih lanjut," tegasnya.

    Baca: Pelaku UMKM di Kudus Mulai Kembali Bergeliat

    Sebelumnya, Polresta Malang Kota menetapkan satu orang tersangka pada kericuhan yang terjadi saat aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 8 Oktober 2020 lalu. Tersangka berinisial AN, 21, warga Wagir, Kabupaten Malang. 

    Berdasarkan pemeriksaan polisi, AN diduga terlibat dalam perusakan bus milik Polres Batu saat aksi berlangsung. Polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca dan juga bongkahan batu yang digunakan AN untuk melempar bus Polres Batu. 

    Atas perbuatannya, AN terancam dikenakan pasal 179 subsider 406 KUHP terkait perusakan terhadap orang atau barang dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. 

    Sebelumnya, Polresta Malang Kota menangkap sebanyak 129 orang pedemo pasca aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, pada Kamis 8 Oktober 2020 lalu. Aksi demo itu sempat diwarnai kericuhan.

    Kericuhan yang menyebabkan kerusakan pada gedung dewan, termasuk kaca pecah di Balai Kota Malang. Selain itu, para pengunjuk rasa juga membakar dan merusak beberapa kendaraan dinas milik Pemerintah Kota Malang dan kepolisian. Akibat kejadian itu, puluhan petugas dan peserta aksi mengalami luka-luka.



    (ALB)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id