BMKG Imbau Warga Jatim Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir

    Amaluddin - 23 November 2020 15:36 WIB
    BMKG Imbau Warga Jatim Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir
    ilustrasi Medcom.id
    Surabaya: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Jawa Timur agar mewaspadai cuaca untuk tiga hari ke depan 22-24 November 2020. Diperkirakan akan terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

    "Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir, dan angin kencang sesaat pada pagi hari berpotensi terjadi di beberapa daerah di Jatim," kata Kepala Seksi Data dan Infirmasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto, dikonfirmasi, Senin, 23 November 2020.

    Adapun daerah itu, yakni Kabupaten Mojokerto, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lamongan, Tuban, Nganjuk, Ponorogo, Trenggalek, Lumajang, Situbondo, Banyuwangi, Bangkalan, Pamekasan, dan Batu. Selain daerah itu, ada beberapa daerah yang berpotensi hujan lebat pada siang hari. 
     
    Yaitu Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto, Tuban, Bojonegoro, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Pamekasan, Sampang dan Kota Batu. "Sedangkan pada malam hari berpotensi terjadi di daerah Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Ngawi, Magetan, Kabupaten Kediri dan Kota Kediri," katanya.

    baca: 246 Warga Lereng Merapi di Selo Boyolali Mengungsi

    Sementara untuk cuaca pada Selasa pagi besok, diperkirakan terjadi hujan di daerah Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Bondowoso, Situbondo, Pamekasan dan Sumenep. Sementara pada siang-sore hari berpotensi di daeraha Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo.
     
    Teguh mengatakan ada beberapa faktor penyebab cuaca di Indonesia lebih panas saat ini khususnya di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Yaitu dikarenakan terjadi gerak semu matahari posisinya pas diatas pulau Jawa, sehingga terjadi puncak suhu maksimum mulai dari pulau Jawa hingga Nusa Tenggara.
     
    Tercatat suhu mencapai lebih dari 36 derajat celsius. Posisi semu matahari ini biasanya terjadi dua kali setiap tahun. Hal tersebut penyebab penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal, sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan. Sehingga akan merasakan gerah karena udara panas, kulit juga terasa seperti terbakar, karena  kelembapan udara terjadi relatif tinggi.
     
    "Untuk itu diimbau agar tetap menjaga kondisi tubuh. Agar tetap fit hindari minuman soda, alkohol dan makan buah mangga. Sebab soda dan alkohol bisa memperburuk dehudrasi, dan buah mangga bikin diare karena suhu tubuh meningkat," kata Teguh.


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id