Sekolah di Banjarbaru Kalsel Didorong Menggelar PTM di Luar Ruangan

    Antara - 17 September 2021 22:56 WIB
    Sekolah di Banjarbaru Kalsel Didorong Menggelar PTM di Luar Ruangan
    Ilustrasi sekolah. Medcom.id



    Banjarbaru: Wali Kota Banjarbaru M. Aditya Mufti Ariffin mendorong sekolah berinovasi menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di luar ruang kelas. Hal itu dilakukam untuk mencegah penularan covid-19 di kalangan peserta didik.

    "Kami dorong sekolah berinovasi dengan menggelar belajar mengajar di luar kelas, bisa di halaman sekolah atau di taman maupun fasilitas publik lainnya," ujarnya,  usai rakor persiapan PTM di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 17 September 2021.

     



    Ia mengizinkan sekolah berinisiatif melaksanakan PTM di luar ruang kelas atau tempat terbuka di tengah pandemi covid-19 karena sirkulasi udara lancar dan tidak terhalang, sehingga mencegah penularan virus. Apalagi didukung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

    "Sirkulasi udara di luar ruangan lancar dan tidak terhalang sehingga peserta didik bisa tenang mengikuti proses belajar mengajar. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," jelasnya.

    Hasil rakor yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Wartono, PTM terbatas direncanakan mulai Oktober 2021 bagi sekolah yang memenuhi syarat. Sejumlah ketentuan diberlakukan untuk sekolah yang melakukan PTM.

    Baca: Semua TK Hingga SMP di Gunungkidul Siap PTM

    Dia menjelaskan PTM dijalankan dengan syarat jumlah peserta didik yang sudah divaksinasi, sepertiga dari total siswa dan kehadiran peserta didik dilakukan dua hari dalam sepekan.

    Proses pembelajaran setiap hari maksimal empat jam atau 160 menit, kehadiran peserta didik ke sekolah tetap ditentukan orang tua, dan guru harus sudah divaksin.

    "Evaluasi dan laporan PTM dilakukan setiap minggu, peran UKS maksimal dan koordinasi puskesmas terdekat, kelengkapan prokes bisa dianggarkan dari dana BOP atau BOS sesuai aturan dan ketentuan," katanya.

    Ia mengatakan, PTM tidak dilakukan terhadap seluruh sekolah tetapi akan dilaksanakan bertahap dengan sistem percontohan sekolah yang sudah siap, baik sarana maupun prasarana pendukung lainnya. Dia mengatakan anak yang mengikuti PTM harus mendapat persetujuan orang tuanya.

    Pemkot Banjarbaru akan memberikan penghargaan kepada sekolah yang mampu menjalankan protokol kesehatan ketat selama PTM berjalan dan memastikan sarana dan prasarana difungsikan dengan baik.

    "Sebaliknya, jika ada sekolah yang penerapan prokes kendor dan sarana prasarana tidak berfungsi maka ada 'punishment' (hukuman). Kami harapkan sekolah 'piloting' (percontohan) khususnya dapat menyiapkan semua dengan baik," katanya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id