comscore

Rumah Sakit Dustira Cimahi Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Roni Kurniawan - 07 Juli 2021 21:22 WIB
Rumah Sakit Dustira Cimahi Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bersama Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, mengecek tempat tidur bagi pasien covid-19 di Rumah Sakit Dustira Cimahi.
Bandung: Rumah Sakit Dustira Cimahi, Jawa Barat menambah fasilitas tempat tidur bagi pasien covid-19 sebanyak 70 unit. Penambahan tempat tidur tersebut merupakan bantuan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat yang disaksikan secara langsung oleh Gubernur Ridwan Kamil pada Rabu, 7 Juli 2021.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, bantuan tempat tidur tersebut sebagai upaya penguatan bagi rumah sakit rujukan pasien covid-19 dengan cara kolaborasi. Pasalnya jika menunggu anggaran dari pemerintah, penambahan tempat tidur tersebut butuh proses untuk pencairan sehingga dinilai membutuhkan kolaborasi dengan pihak ketiga termasuk BUMD.
"Dalam suasana kedaruratan, kita terus berupaya mendahulukan yang urgensi dengan segala dukungan yang bisa kita lakukan. Dengan 70 bed untuk minimal di Zona Bandung Raya ini agar segera terlayani," kata Emil -sapaan Ridwan Kamil- di RS Dustira Cimahi, Jawa Barat, Rabu 7 Juli 2021.

Emil pun memgaku telah menginstruksikan BUMD di Jabar untuk terus berupaya membantu fasilitas yang ada di rumah sakit rujukan covid-19. Pasalnya angka kasus covid-19 hingga kini terus meningkat yang menyebabkan keterisian tempat tidur di rumah sakit.

"Kepala Biro BUMD sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan untuk menambah kekuatan rumah sakit, yang hari ini tentunya mendapat tekanan perawatan pasien covid-19 yang cukup besar," sahutnya.

Baca: Penyekatan, Bupati Tegal Bingung Cari Jalan Pulang

Sementara itu, Emil pun meminta peran seluruh instansi untuk penanganan covid-19 disetiap kewilayahan. Pasalnya tak sedikit warga yang melakukan isolasi mandiri meninggal dunia karena dinilai masih kurangnya pemantauan di lapangan.

"Saya titip juga ke Panglima (Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto) untuk penguatan di Babinsa. Karena ada 300 orang yang meninggal dunia saat isolasi mandiri se-Indonesia. Sekitar 90 orangnya di Jabar," ucapnya.

Emil berharap terutama peran Babinsa yang ada disetiap kewilayahan untuk berperan aktif melakukan pemantauan terhadap warga yang tengah isoman bersama petugas medis lainnya. Penguatan tersebut, lanjutnya, harus segera dilakukan guna menekan angka kematian warga yang terpapar covid-19 di Jabar saat melakukan isoman.

"Saya sedih mendengar data itu. Mungkin ada arahan dari Panglima minimal Babinsa bisa terus memonitor khususnya di desa-desa, sehingga jangan ada rakyat kita yang meninggal dunia tanpa kehadiran negara. Saya kira itu penguatan yang harus diperkuat juga," katanya.

(ALB)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id