Polda Papua Ungkap Keterlibatan OW dalam Serangan Bersama KKB

    Antara - 02 Juni 2020 11:57 WIB
    Polda Papua Ungkap Keterlibatan OW dalam Serangan Bersama KKB
    Kapolda Irjen Paulus Waterpauw saat membeberkan keterlibatan OW dalam sembilan kasus penyerangan bersama KKB di Jayapura, Selasa (2/6). (Foto: ANTARA/Evarukdijati)
    Jayapura: Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw membeberkan sembilan kasus keterlibatan OW terkait sejumlah aksi penyerangan terhadap anggota TNI dan Polri, di kawasan Pegunungan Tengah yang dilakukan bersama kelompok kriminal bersenjata (KKB).

    "Tercatat ada sembilan kasus penyerangan disertai penembakan dan perampasan senjata api melibatkan OW yang ditangkap Satgas Newangkawi di Mulia, Minggu, 31 Mei 2020," kata Paulus, Selasa, 2 Juni 2020.
     
    Dia menjelaskan, awalnya OW terlibat kasus perampasan SMR jenis arsenal hingga menewaskan satu anggota Brimob, pada Januari 2011 di Kabupaten Puncak Jaya. Kemudian November pada tahun yang sama, OW juga melakukan penembakan dan perampasan senjata api hingga menewaskan Kapolsek Mulia AKP Dominggus Awes.
     
    Selain itu, OW juga terlibat perampasan senjata api hingga menewaskan Brigadir Amaluddin Elwaka di Tiom pada 2011, penembakan dan penyerangan Polsek Pirime hingga menewaskan tiga anggota Polri pada November 2012, dan penembakan terhadap Kapolda Papua Jenderal (purn) Tito Karnavian saat menuju Polsek Pireme, 28 November 2012.

    Baca juga: KKB Papua Tembak Warga Sipil di Kabupaten Intan Jaya

    "OW juga terlibat dalam penyerangan, penembakan, dan pencurian senjata api di jalan Trans Indawa-Pirime, 28 Juli 2014, dan penembakan terhadap anggota Yonif 756 WMS di lapangan terbang di Distrik Pirime Kabupaten Lanny Jaya, pada 2015," lanjut dia.

    Berikutnya, penembakan terhadap personel Satgassus Papua (satgas gakkum saat ini) pada Desember 2017 di Puncak Popome dan penembakan terhadap aparat TNI dan Polri (Satgas Ops Nemangkawi) saat akan melakukan penegakan hukum di Balingga, Kabupaten Lany Jaya, pada 3 November 2018. 

    Paulus mengaku, saat ditangkap, OW sempat melawan hingga kakinya ditembak. Ia kini dirawat di RS Bhayangkara, Jayapura, di bawah pengawasan ketat polisi.

    "Atas perbuatannya OW dikenakan pasal berlapis yakni pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 365 KUHP, dan 351 ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 55 KUHP," jelas Paulus.


    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id