Ramai-ramai Bersiap New Normal

    Medcom - 30 Mei 2020 06:00 WIB
    Ramai-ramai Bersiap New Normal
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Dalam sepekan ke belakang, sejumlah daerah ramai-ramai bersiap menuju era kenormalan baru atau new normal. Persiapan teknis dan peraturan pun disusun, demi menguatkan protokol kesehatan di tengah pandemi virus korona (covid-19). 

    Di antaranya, dimulai dari Jawa Barat, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menyatakan sebanyak 15 daerah di wilayahnya menerapkan new normal pada 1 Juni 2020. Daerah yang masuk era kenormalan baru lantaran telah berada di zona biru, berarti penyebaran covid-19 terkendali, selengkapnya di sini.

    Selanjutnya Provinsi Banten, yang turut bersiap memasuki fase new normal. Ratusan personel gabungan telah disiapkan untuk mendukung kebijakan tersebut, selengkapnya di sini.

    Sedangkan di Jawa Tengah, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengungkap penerapan new normal butuh banyak persiapan dan latihan. Sehingga belum akan diterapkan dalam waktu dekat, selengkapnya di sini

    Namun, Pemerintah Kota Solo justru tengah mempersiapkan diri menyambut new normal. Penerapan kenormalan baru disahkan usai status kejadian luar biasa (KLB) covid-19 berakhir, pada 7 Juni 2020, selengkapnya di sini. Pun dengan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, segera menguji coba penerapan new normal di pasar dan mal, selengkapnya di sini.

    Bergeser ke Pulau Jawa bagian selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memprediksi penerapan new normal pada awal Julli 2020. Persiapan pun tengah dilakukan saat ini, selengkapnya di sini.

    Kemudian di Jawa Timur, daerah Malang Raya yakni Kota Malang, Kabuupaten Malang, dan Kota Batu, tengah menuju era new normal. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Malang Raya tengah dipersiapkan untuk new normal, selengkapnya di sini.

    Sementara di Pulau Sumatra, wialyah Sumatra Selatan pun menyatakan siap menerapkan new normal. Dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel segera melakukan sosialisasi secara masif protokol skenario new normal kepada masyarakat, selengkapnya di sini. 

    Bergeser ke wilayah tengah dan timur Indonesia. Sulawesi Selatan tengah menyiapkan skema penerapan new normal, selengkapnya di sini.  Selanjutnya Provinsi Papua, memperkirakan penerapan new normal pada Juli 2020. Lantaran munculnya kasus korona perdana pada Maret 2020, selengkapnya di sini.

    Sementara itu, pelanggaran protokol kesehatan covid-19 terjadi, dan dilakukan oleh penegak hukum. Anggota polisi Bripka H di Bandung sempat ditegur petugas polisi karena tak menggunakan masker, saat melintas di Ciparay, Kabupaten Bandung. Namun Bripka H kabur saat ditegur, selengkapnya di sini. 

    Kini Bripka H harus gigit jari, menerima sanksi atas perbuatanya yakni dimutasi. Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi menyebut Bripka H telah dipindahkan ke Yanma, selengkapnya di sini.

    Selain ramai-ramai bersiap new normal, peristiwa hukum pun terjadi. Teranyar yakni pembajakan kapal layar milik warga negara asing (WNA) berbendera Asutralia. Kapal itu ditemukan terdampar di perairan Tulang Bawang, Lampung, selengkapnya di sini.

    Sementara itu, di Bumi Serambi Mekkah, seorang anggota Satlantas Polresta Banda Aceh, Brigadir Givo Aulia Isnan, 36, dianiaya pengendara sepeda motor saat bertugas. Penganiayaan dilakukan saat Givo hendak memeriksa kelengkapa kendaraan yang dikemudikan pelaku, selengkapnya di sini.

    Terakhir, yakni Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang murka setelah mengetahui dua unit mobil laboratorium bantuan dan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk Surabaya dialihkan ke daerah lain oleh Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur. Kemarahan Risma terekam dalam video berdurasi 53 detik itu, selengkapnya di sini. 



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id