Pendekatan Vegetatif Mengantisipasi Longsor

    Media Indonesia - 04 Februari 2020 14:31 WIB
    Pendekatan Vegetatif Mengantisipasi Longsor
    Presiden Jokowi bersama rombongan juga meninjau Desa Harkat Jaya dan Desa Pasir Madang di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2). IST/KLHK
    Bogor: Pola baru penangangan pascabencana dilakukan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan Lebak, Banten. Pola baru tersebut menggabungkan pendekatan vegetatif atau penanaman pohon sesuai kondisi alam dan lahan, serta pemberdayaan masyarakat.

    "Jadi ada yang baru, yang diharapkan Bapak Presiden Joko Widodo adalah menanggulangi bencana dan pemulihan lahan serta alam secara komprehensif dan terintegrasi dengan masyarakat," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, melansir Media Indonesia, Selasa, 4 Februari 2020.

    Siti Nurbaya menerapkan pola baru penanganan darurat bencana setelah mendapat tugas dari Presiden pada 6 Januari 2020. Bencana longsor di Bogor dan Lebak memakan korban jiwa dan merusak puluhan rumah warga hingga memutus akses jalan. 

    Presiden bersama Menteri LHK, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Bogor Ade Yasin meninjau kembali wilayah terdampak longsor di Desa Harkat Jaya dan Desa Pasir Madang di Kabupaten Bogor, Senin, 3 Februari 2020. Kedatangan presiden beserta pembantu pemerintahannya itu untuk melihat perkembangan penanganan longsor.

    Jokowi telah tiga kali mendatangi lokasi longsor di Sukajaya. Jokowi meninjau pembangunan talud di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya serta menanam vitiver di sekitar lokasi longsor di Desa Pasir Madang.

    Cuaca buruk yang terjadi awal 2020 mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor terdampak banjir dan longsor. Longsor terjadi di Kecamatan Sukajaya, Nanggung, dan Cigudeg, sedangkan banjir terjadi di Kecamatan Gunung Putri dan Jasinga.
     
    Bencana banjir dan longsor itu membuat 14.010 warga mengungsi. Mereka berasal dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Cigudeg sebanyak 922 orang, Kecamatan Sukajaya sebanyak 9.926 orang, Kecamatan Nanggung sebanyak 3.121 orang, dan Kecamatan Jasinga sebanyak 41 orang.

    Kejadian tersebut juga menelan korban jiwa sebanyak delapan orang dan tiga orang yang sebelumnya dilaporkan menghilang telah ditemukan meninggal. Kemudian, 12 orang mengalami luka berat dan 517 orang mengalami luka ringan.





    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id