comscore

Pengungsi Afghanistan Sebar Hoaks Dipukul Petugas Rudenim Kupang

Media Indonesia - 26 Juni 2022 13:38 WIB
Pengungsi Afghanistan Sebar Hoaks Dipukul Petugas Rudenim Kupang
Ilustrasi Medcom.id
Kupang: Hassan Reza Haidari, pengungsi Afghanistan yang melakukan percobaan bunuh diri di Jembatan Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 24 Juni 2022 malam, kemballi berulah.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi Kupang, Heksa Asik Soepriadi mengatakan, Hassan melontarkan pernyataan yang menyebutkan ia dipukul oleh petugas Rudenim Kupang.
"Dia menyampaikan ucapan yang viral katanya dipukul oleh petugas rudemim, kemudian ada ancaman bilang kalau masih melanggar, mau dilindas pakai mobil," kata Heksa Asik Seopriadi kepada wartawan, Minggu, 26 Juni 2022.

Pernyataan pengungsi Afghanistan itu dinilai telah mencemarkan nama baik Direktorat Jenderal Imigrasi, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur dan Rumah Detensi Imigrasi.

"Saya tidak terima, jangankan WNA, WNI pun kalau menjelekkan nama baik institusi, kita akan
tindak semua prosedur yang berlaku," tegasnya.

Baca: Ayah di Makassar Aniaya Anak Hingga Tewas

Setelah diusut, pengungsi yang ditampung di Hotel Lavender Kupang itu terlibat perkelahian dengan seorang pengungsi bernama Solaiman Mohammad di Hotel Ina Boi Kupang. Saat kejadian 22 April 2022, Hassan dalam pengaruh minuman keras.

Selanjutnya, seorang pengungsi lagi bernama Hassan Azemi datang melapor ke Rudenim Kupang pada 22 Juni 2022 yang menyebutkan terjadi kegaduhan di Hotel Lavender antarpengungsi.

Hassan Azemi melaporkan dia diserang oleh Hassan Reza Haidari yang sedang dalam pengaruh minuman keras, berteriak dan mengeluarkan kata-kata makian kepada pengendara mobil yang lewat di ruas jalan di dekat hotel.

"Dia ditempeleng oleh pengendara mobil bocor mukanya," ujar Heksa Asik Seopriadi.

Dalam keterangan pers tersebut juga hadir Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rudenim Kupang, Melsi Fanggi, dan Kepala Sub Seksi Ketertiban Rudenim Kupang, Dominggus Koreh.

Setelah menerima laporan, petugas datang ke sana untuk mengamankan Hassan ke rumah detensi imigrasi. Dia dipulangkan ke hotel pada pukul 03.40 Wita setelah sudah sadar dari pengaruh alkohol.

Dia kemudian melakukan percobaan bunuh diri pada 24 Juni malam dengan cara naik ke puncak Jembatan Liliba. Namun, ia berhasil diselamatkan oleh polisi, pemadam kebakaran dan, dan SAR dan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata Kupang.

Menurutnya, penyebaran hoax oleh Hassan bisa dibawa ke ranah hukum. Sementara itu, sampai Minggu, Hassan masih menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Setelah keluar dari rumah sakit, menurut Soepriadi, dia akan dipanggil untuk diperiksa.

"Apabila melanggar tata tertib, akan dikenai sanksi berupa isolasi di sel rudenim," jelasnya. 

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id