• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Kali

Al Abrar - 12 Juli 2018 13:12 wib
Gunung Anak Krakatau. BNPB
Gunung Anak Krakatau. BNPB

Jakarta: Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda, Lampung, meletus Rabu, 11 Juli 2018.  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi 
(PVMBG) mencatat gunung tersebut meletus sebanyak 56 kali dengan tinggi kolom abu bervarasi 200 hingga 1.000 meter di atas puncak kawah. 

"Letusan disertai lontaran abu vulkanik, pasir dan suara dentuman," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis, 12 Juli 2018.

Sutopo mengatakan letusan Gunung Anak Krakatau dengan amplitudo 25-53 mm, dan durasi letusan 20-100 detik. Secara visual pada malam hari teramati sinar api dan guguran lava pijar. Embusan 141 kejadian dengan durasi 20-172 detik.

Sebelumnya, pada Selasa 10 Juli 2018, Gunung Anak Krakatau juga meletus sebanyak 99 kali kejadian dengan amplitudo 18-54 mm dan durasi letusan 20-102 detik. Embusan tercatat 197 kali dengan durasi 16-93 detik. 

"Letusan disertai suara dentuman sebanyak 10 kali yang menyebabkan kaca pos pengamatan gunung bergetar," ujar Sutopo.

Menurut Sutopo, banyaknya letusan sesungguhnya sudah berlangsung sejak 18 Juni 2018 lantaran Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Sehingga sda pergerakan magma ke luar permukaan sehingga terjadi letusan. 

"Status Gunung Anak Krakatau tetap Waspada (level 2). Tidak ada peningkatan status gunung," ujar Sutopo lagi.

Sutopo memastikan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih normal dan membahayakan selama masyarakat tidak melakukan aktivitasnya di dalam radius 1 km.

Letusan Gunung Anak Krakatau yang juga melontarkan abu vulkanik dan pasir, tidak membahayakan penerbangan pesawat terbang. VONA (Volcano Observatory Notice For Aviation). Begitu pula jalur pelayaran di Selat Sunda pun tetap aman. 

"Letusan juga tidak berbahaya selama berada di luar radius 1 km dari puncak kawah."


(ALB)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.