Revisi Perwal Operasional Truk di Tangsel Masih Digodok

    Farhan Dwitama - 28 Oktober 2019 15:40 WIB
    Revisi Perwal Operasional Truk di Tangsel Masih Digodok
    Truk pengangkut batu koral B 9684 NYU terguling di Jalan Raya Pahlawan Seribu, Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin 8 Oktober 2018. Medcom.id/ Farhan Dwitama. (Farhan Dwitama)
    Tangerang: Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengaku masih membahas revisi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang yang dipersoalkan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Tangerang Raya. Somasi telah dilayangkan ke Wali Kota Tangsel soal aturan perwal yang dinilai usang ke Ombudsman dan Gubernur Banten Wahidin Halim oleh Permahi Tangerang Raya.  

    "Yang pasti Perwal sudah dibahas untuk perubahan. Tapi proses perubahan administrasi kita tidak sebentar, sedangkan untuk jawaban dari somasi Permahi, sedang disiapkan bagian hukum kita," beber Benyamin, Senin, 28 Oktober 2019. 

    Benyamin menegaskan ruas jalan yang masih dimiliki pengembang tidak bisa segera diatur dalam perwal operasional truk. Benyamin memastikan ada dua langkah yang bisa dilakukan Pemerintah Kota Tangsel.

    "Pertama kita imbau pengembang, kita sosialisasikan bahwa di jalan-jalan kita seperti ini. Maka di jalan mereka kita harapkan juga diberlakukan hal yang sama," jelasnya.

    Cara kedua dengan memasang rambu di ruas jalan milik pengembang. Lantaran rambu bisa dipasang di mana saja. 

    "Dengan rambu yang terpasang di ruas yang belum ada dalam Perwal, maka bisa juga dilakukan tindakan," ungkapnya. 

    Benyamin mengaku imbauan dan sosialisasi aturan operasional truk besar akan dilakukan setelah terbitnya revisi perwal. Sehingga tak bisa langsung dilakukan. 

    Sebelumnya Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) mendesak Perwal Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kota Tangsel segera diperbarui. Desakan menyusul terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk bertonase besar.
     
    "Seharusnya Perwal tersebut dilakukan pembaruan peraturan secara berkala paling sedikit setahun. Ini sejak 2012, tidak ada pembaruan sama sekali, lalu apa kerja Pemerintah," kata Ketua Permahi Tangerang Raya Athari Farhani, di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu, 23 Oktober 2019.
     
    Menurut dia, Perwal kendaraan bertonase berat wajib beroperasi pada waktu tidak menganggu keamanan, keselamatan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas dan angkutan jalan. Namun, tak menunjukkan aturan terkait waktu operasional.

    "Maka harus ada aturan jelas dan benar terkait itu, agar kejadian kecelakaan akibat truk besar ini tak lagi terjadi," jelas dia.

    Permahi Tangerang Raya telah melayangkan surat somasi kepada Wali kota Tangsel atas Peraturan Wali Kota Tangsel terkait lalu lintas angkutan barang di ruas jalan Tangerang Selatan yang dinilainya usang. Pihaknya juga melaporkan ke Ombudsman bila somasi tak ditanggapi.
     
    Athari menerangkan Perwal Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kota Tangsel sangat tidak relevan diterapkan di sejumlah ruas jalan di Tangsel.
     
    "Perwal itu kan saat ini baru mengatur lalu lintas angkutan barang di Jalan Pahlawan Seribu, yang menjadi batas kota Tangsel dan Kabupaten Bogor. Sementara pembangunan di Tangsel saat ini tidak terjadi pada ruas itu saja, tapi juga di ruas jalan-jalan lainnya," tandasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id