Pemprov Banten Salurkan Pupuk Subsidi ke 8 Kabupaten dan Kota

    Hendrik Simorangkir - 11 Juni 2021 14:29 WIB
    Pemprov Banten Salurkan Pupuk Subsidi ke 8 Kabupaten dan Kota
    Ilustrasi. MI Amiruddin Abdullah Reubee



    Tangerang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyalurkan ratusan kilogram pupuk bersubsidi kepada para kelompok tani di delapan kabupaten dan kota. Setiap daerah mendapatkan alokasi pupuk yang berbeda,sesuai kebutuhan petani dan lahan garapan.

    "Alokasi pupuk subsidi tingkat provinsi mempertimbangkan luas baku lahan sawah yang dilindungi dan penetapan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), usulan pupuk dari kabupaten dan kota, penyerapan pupuk bersubsidi tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas Pertanian Banten, Agus M Tauhid, Jumat, 11 Juni 2021.

     



    Baca: TNI Polri Diminta Perkuat PPMK Mikro di Lamongan

    Pengalokasian pupuk bersubsidi tertuang dalam keputusan kepala Dinas Pertanian Banten, nomor 903/01/KPTS-Distan/01/2021 tentang alokasi kebutuhan dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian yang ditetapkan 4 Januari 2021.

    Menurut Agus keputusan itu dikeluarkan untuk menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi ditingkat petani sesuai jumlah, jenis, waktu dan tempat, dengan mutu terjamin dan harga berdasarkan eceran tertinggi, kemudian perlunya pengaturan pengalokasian pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi.

    "Pupuk diberikan kepada kelompok tani yang sudah disusun berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) tani pupuk bersubsidi," jelasnya.

    Untuk pupuk urea, total yang disalurkan ke kabupaten dan kota berjumlah 76.557 kg, kemudian SP-36 sebanyak 5.471 kg, ZA 906 kg, NPK 28.755 kg, organik 8.611kg dan pupuk organik cair 21.528 kg.

    HET pupuk bersubsidi juga sudah ditentukan, yakni urea sebesar Rp2.250/kg, SP-36 sebesar Rp2.400/kg, ZA seharga Rp1.700/kg, NPK seharga Rp2.300/kg, NPK formula khusus senilai Rp3.300/kg, organik granul senilai Rp800/kg, dan pupuk organik cair seharga Rp20 ribu/liter.

    Agus menjelaskan cara membelinya setiap petani terdaftar di dalam kelompok tani (poktan), terdaftar dalam sistem e-RDKK (rencana definisi kebutuhan kelompok) tani pupuk bersubsidi, dan memiliki kartu tani yang dikeluarkan oleh perbankan.

    Bila belum memiliki kartu tani, lanjutnya, petani diharuskan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) dan mengisi form penebusan pupuk bersubsidi yang di produksi oleh PT Pupuk Indonesia yang ditunjuk menteri BUMN.

    "Pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang bergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam sistem e-RDKK. Kartu tani dikeluarkan oleh perbankan kepada petani, untuk digunakan dalam transaksi penebusan pupuk bersubsidi," ujarnya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id