Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Kupang, Ayah dan Anak Kini Tertular

    Media Indonesia.com - 22 Juli 2021 14:48 WIB
    Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Kupang, Ayah dan Anak Kini Tertular
    Ilustrasi covid-19. Medcom.id



    Kupang: Dalam beberapa hari terakhir, terjadi tiga kali pengambilan paksa jenazah pasien positif covid-19 di dua rumah sakit di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu kasus pengambilan paksa jenazah covid-19, mengakibatkan ayah dan anak terkonfirmasi covid-19.

    Melansir Mediaindonesia.com, kasus pengambilan paksa jenazah pertama terjadi Jumat, 17 Juli 2021, di Rumah Sakit Leona, kemudian terjadi lagi pada Sabtu, 18 Juli 2021. Terakhir, pada 21 Juli 2021 di Rumah Sakit Siloam.

     



    Untuk kasus pengambilan paksa jenazah yang terjadi pada Sabtu, 18 Juli 2021, petugas sudah memeriksa sampel swab sejumlah orang. Hasilnya, suami dan anak jenazah tersebut terkonfirmasi positif covid-19.

    Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif telah memerintahkan kapolres untuk bersama petugas melakukan swab terhadap orang-orang yang melakukan pengambilan paksa jenazah. "Beberapa orang terdampak positif covid-19 dan ini sangat membahayakan," kata Latif kepada wartawan di Kupang, Kamis, 22 Juli 2021.

    Baca:  Warga Situbondo Rusak Peti Jenazah Covid-19 Lagi

    Terkait kasus tersebut, tambahnya, saat ini polisi tidak lagi menolerir warga untuk mengambil paksa jenazah pasien covid-19. Bahkan, jika masih ada warga yang nekat mengambil paksa akan diproses secara hukum.

    "Saya perintahkan kapolres dan jajaran polda untuk tangkap dan proses," ungkapnya.

    Latif bisa memahami emosional warga yang berduka, namun masih ada hal yang lebih penting yaitu menjaga keselamatan rakyat. Apalagi saat ini varian delta covid-19 sudah masuk di Kupang.

    "Koordinasikan dengan baik bagaimana ibadahnya, karena jenazah yang sudah dinyatakan positif covid-19 harus ikuti aturan prokes yang berlaku," jelasnya.

    Menurutnya, warga yang nekat mengambil paksa jenazah akan diproses dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Karena keselamatan rakyat harus di atas segalanya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id