Pemprov Aceh Pulangkan 3 Nelayan yang Ditahan di India

    Fajri Fatmawati - 05 Oktober 2020 16:03 WIB
    Pemprov Aceh Pulangkan 3 Nelayan yang Ditahan di India
    Rapat pemulangan tiga nelayan Aceh dari India di Kantor Dinas Sosial Aceh. Dokumentasi/ istimewa
    Banda Aceh: Pemerintah provinsi (Prempov) Aceh memulangkan tiga nelayan Aceh yang ditahan di luar negeri. Tiga nelayan dipulangkan setelah ditangkap dan ditahan di India karena dakwaan memasuki perairan India tanpa izin.

    Kepala Dinas Sosial Aceh, Al Hudri, mengatakan ketiga nelayan tersebut yakni Munazir, 34, asal Gampong Jawa, Banda Aceh; Kaharuddin, 43, asal Sungai Raya Aceh Timur, dan Azman Syah, 30, asal Simpang Ulim Aceh Timur, Aceh.

    "Alhamdulillah atas dukungan semua pihak, baik Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh serta doa dari masyarakat, tiga nelayan Aceh yang ditahan di India segera tiba di Jakarta pada 8 Oktober," kata Al Hudri saat dikonfirmasi, Senin, 5 Oktober 2020.

    Baca: Ribuan Buruh Hendak Aksi di DPR Dicegat

    Al Hudri menjelaskan ketiga nelayan tersebut ditangkap dan ditahan pihak India pada 17 September 2019, setelah secara tidak sengaja memasuki perairan negara tersebut dengan perahu mereka.

    "Tanggal 17 September 2019 terjadi penangkapan KM. Athiya 02 karena memasuki perairan India setelah terjebak kabut saat hendak menangkap ikan tuna di dekat Nicobar, India," jelasnya.

    Kemudian pada 30 September 2020, Dirjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan-Kementerian Kelautan dan Perikanan mengirim surat kepada Plt Gubernur Aceh yang isinya memberitahukan jadwal kepulangan ketiga nelayan tersebut.

    Menurutnya surat tersebut juga menyebutkan bahwa seluruh biaya pemulangan ketiga nelayan akan dibebankan kepada anggaran dari Direktorat Jenderal PSDKP-KKP.

    "Dalam surat itu disebutkan para nelayan akan dipulangkan melalui rute penerbangan Port Blair-New Delhi-Jakarta-Aceh. Mereka dijadwalkan tiba di Jakarta tanggal 8 Oktober," ungkapnya.

    Sementara Kepala Seksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pangkalan PSDKP Lampulo, Herno Adianto, menjelaskan sebenarnya proses hukum dan persiapan pemulangan ketiga nelayan tersebut sudah rampung pada Juni lalu.

    "Namun lantaran pandemi covid-19, proses pemulangan menjadi terkendala akibat tidak adanya penerbangan, selama ini mereka ditahan di Port Blair, Nicobar India. Hari ini mereka diterbangkan ke India dartaan untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta," ungkap Herno.


     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id