Perantara Jual Beli Senjata untuk KKB Ditangkap

    Siti Yona Hukmana - 22 Februari 2021 14:32 WIB
    Perantara Jual Beli Senjata untuk KKB Ditangkap
    ilustrasi Medcom.id
    Jakarta: Polda Papua Barat menangkap seorang perantara pembelian senjata api dan amunisi ilegal untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial WT. Senjata tersebut diduga dibeli dari anggota polisi.

    Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi mengatakan pelaku penjual ditangkap Polresta Ambon. Namun, dia tidak menyebut identitas penjual yang diduga oknum polisi itu.

    "(Pelaku penjual) ditangkapnya di Ambon, oleh Polres Ambon. Yang kami tangkap perantara pembeli," kata Adam saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 22 Februari 2021.

    Adam mengungkapkan, motif perantara pembelian senjata api untuk KKB karena ekonomi. Hal ini diketahui setelah penyidik memeriksa WT.

    Baca: Satu KKB Tewas saat Kontak Senjata di Landasan Bandara Ilaga

    "(Motif) ekonomi, dibayar saja," ungkapnya.

    Sementara itu, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menyelidiki dugaan keterlibatan anggota dalam penjualan senjata api ke kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kasus penyelundupan senpi dan amunisi ilegal terbongkar setelah menangkap warga Bentuni.

    "Propam Polri mengirimkan tim khusus untuk mendampingi Propam Polda Maluku melakukan penyelidikan kasus ini," kata Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Februari 2021.

    Baca: Konflik Berkepanjangan, Pemprov Papua akan Turun Tangan

    Ferdy memastikan, dua anggota Polri yang diduga terlibat akan diajukan ke persidangan. Apabila anggota Polresta Pulau Ambon dan Polres Pulau Lease melakukan pidana jual beli senjata maupun amunisi kepada KKB Papua.

    "Sidang komisi etik Propam Polri akan segera dilakukan setelah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau inkrah," ungkap jenderal bintang dua itu.

    Ferdy meminta masyarakat untuk melapor jika mengetahui, mendengar atau melihat peristiwa pidana yang melibatkan anggota Polri. Dia mengajak masyarakat untuk memantau dan mencermati kasus-kasus yang melibatkan anggota Polri di seluruh wilayah hukum Indonesia.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id