Jalan Maunori Ende Nyaris Putus Akibat Abrasi Pantai

    Media Indonesia.com - 28 Februari 2021 15:31 WIB
    Jalan Maunori Ende Nyaris Putus Akibat Abrasi Pantai
    Jalan Maunori-Ende yang nyaris putus akibat abrasi pantai. (Foto: MI/Ignas Kunda)



    Kupang: Jalan Maunori-Ende kilometer 2 tepatnya di Maundai, Desa Udiworowatu, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, NTT, nyaris putus akibat abrasi pantai yang kian parah belakangan ini.

    Tembok penyokong pada bahu jalan telah amblas ke pesisir pantai Maundai. Kondisi ini semakin parah dalam sebulan terakhir ini akibat gelombang pasang yang terus terjadi.






    Para pengendara sepeda motor ataupun pengendara mobil harus ekstra hati-hati melewati ruas jalan tersebut bila dalam kondisi gelombang pasang atau ketika malam hari dari dan menuju Maunori.

    “Kami kalau lewat sini mau ke Maunori apalagi malam atau pas ada ombak kencang pasti takut dan rasa was-was badan jalan bisa roboh karena sebagianya sudah terkikis ombak. Apalagi sebagian badan jalan sudah longsor,” kata salah seorang pengendara yang hendak menuju Ende, Ervin, Minggu, 28 Februari 2021.

    Warga lain, Sius, 36, menyatakan seharusnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo segera mengambil langkah antisipasi sebelum kerusakannya kian parah karena ini masuk dalam kategori bencana.

    Baca juga: 6.494 Petugas Pelayanan Publik di Lebak Akan Divaksin Besok

    “Kalau mereka tidak cepat ambil tindakan, jalan akan putus dan pasti anggaran akan makin besar untuk perbaiknnya nanti, karena bagian atasnya sudah ada rumah warga,” ujar Sius.

    Sedangkan Camat Keo Tengah, Hilda Mutakasih, mengatakan jalan tersebut merupakan jalan alternatif non-status yang memudahkan mobilisasi warga menuju Kabupaten Ende atau Kecamatan Nangaroro.

    Menurut Hilda, karena non-status, artinya jalan bisa diintervensi oleh APBD 2, APBD, dan APBN bahkan juga APBDes. Sehingga pemerintah Desa Udiworowatu pernah membangun tembok penyokong sesuai lingkup pembiayaan APBDes.

    Ia menambahkan kecamatan sudah pernah melaporkan hal tersebut ke BPBD. Namun, belum ada realisasi hingga kini.

    “Secara tertulis sudah kami laporkan tentang bencana abrasi yang terjadi 12 Februari 2021 kepada Bupati oleh penjabat kepala desa mengetahui camat, tembusan Wabup, BPBD, dinas PU, Bappeda dan badan keuangan. Saat ini menunggu disposisi Bupati. Secara lisan sudah kami sampaikan kepada sekda dan kepala BPBD kabupaten Nagekeo,” terang Hilda.


    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id