Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rumah Sakit Turun Setelah Vaksinasi

    Rhobi Shani - 07 April 2021 14:46 WIB
    Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rumah Sakit Turun Setelah Vaksinasi
    Loket pendaftaran di RSUD Kartini Jepara nampak lengang. Medcom.id/Rhobi Shani



    Jepara: Jumlah pasien covid-19 di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang dirawat di rumah sakit menurun. Penurunan mulai sejak program vaksinasi dilaksanakan.

    Direktur RSUD Kartini Jepara, Dwi Susilowati, mengatakan saat ini hanya 10 pasien covid yang dirawat. Sebelum ada program vaksinasi, sebanyak 38 tempat tidur untuk pasien covid-19 selalu penuh.






    "Sebelumnya tiga blok (ruang perawatan pasien) covid selalu penuh. Mulai Februari (jumlah pasien covid dirawat) turun," ujar Susi ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 7 April 2021.

    Baca: 12 Juta Masyarakat Divaksin, Luhut: Masih Jauh

    Program vaksinasi tidak hanya berdampak pada penurunan jumlah pasien covid-19 yang dirawat. Tapi juga dibarengi dengan penurunan paparan kasus covid-19 di lingkungan rumah sakit

    "Setelah vaksinasi ada satu (tenaga kesehatan) yang terpapar, tapi itu kami pastikan bukan (terpapar) di sini (rumah sakit) karena yang bersangkutan baru saja pulang dari tugas luar kota berhari-hari. Tapi ini sudah selesai (masa isolasi)," terang Susi.

    Meski tenaga kesehatan dan karyawan rumah sakit telah divaksin, Susi memastikan protokol kesehatan tetap dilaksanakan seluruh tenaga kesehatan dan karyawan.

    Baca: 6.186 Tenaga Pendidik di Tangsel Telah Divaksinasi

    Staf hubungan masyarakat RSUD Kartini, Kanal Budiarto, mengaku lebih nyaman bekerja. Setelah dirinya menerima suntikan vaksin covid-19 dua dosis.

    "Alhamdulillah sampai sekarang baik-baik saja tidak ada masalah. Sekarang kalau memotret lebih tenang, tapi ya tetap protokol kesehatan,” kata Kanal.

    Berdasarkan data di portal corona.jepara.go.id, saat ini ada 45 warga Kota Ukir yang dirawat sebagai pasien covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 orang dirawat di rumah sakit di luar daerah. Sementara sisanya, 19 orang dirawat di enam rumah sakit yang ada di Jepara.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id