Polisi Ungkap Luka di Leher Anak pada Kasus Sekeluarga Tewas

    Antara - 31 Januari 2021 08:48 WIB
    Polisi Ungkap Luka di Leher Anak pada Kasus Sekeluarga Tewas
    Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela. ANTARA Jatim/ istimewa



    Blitar: Aparat Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, melakukan pemeriksaan pada ketiga jenazah satu keluarga yang ditemukan meninggal di Desa Sumberejo, Kabupaten Blitar. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui ada luka di bagian leher pada kedua anak korban.

    "Untuk gantung diri korban Suyani (ayah) sudah dapat kami pastikan. Memang benar kematian akibat gantung diri dan untuk pendalaman lebih kedua anaknya bahwa bagian leher ditemukan luka lebam atau lecet pada leher kedua anaknya," kata Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela, di Blitar, Sabtu, 30 Januari 2021.






    Baca: Satu Keluarga di Blitar Tewas

    Ia mengatakan luka pada leher itu dari hasil pemeriksaan luar yang telah dilakukan oleh petugas. Luka itu mengakibatkan kematian kepada dua anak korban, yakni Nanda Finza Fransisca (22) dan Samuel Ardyan Pradana (10).

    Menurut dia luka di leher itu adalah titik tekan. Luka itu bukan karena hantaman melainkan karena ditekan. Pihaknya terus bekerja keras mengungkap terkait dengan peristiwa tersebut termasuk mengetahui dengan pasti penyebab kematian korban.

    "Mungkin ditekan dengan dicekik, mungkin saja terjadi. Kami akan validkan lebih lanjut dengan barang bukti yang kami temukan di TKP (tempat kejadian perkara)," jelasnya.

    Beberapa barang bukti itu seperti bantal serta boneka yang diketahui berlumuran darah. Barang itu akan dilakukan pemeriksaan lebih dalam di Laboratorium Forensik Polda Jatim sehingga polisi bisa mengonstruksikan lebih terang apakah dicekik langsung atau media lain dengan bantal serta boneka.

    Selain itu polisi juga masih mendalami terkait dengan kondisi tubuh anak korban yang mengeluarkan busa apakah di tubuh korban ada racun atau tidak.

    Polisi juga sudah memeriksa lima orang saksi yang merupakan tetangga dan saudara korban. Polisi mendapatkan keterangan dari saudara korban yang merupakan pasangan suami istri, bahwa korban pernah bercerita pada bulan lalu akan meninggal dunia dan menitipkan anaknya.

    Saat itu kerabat korban menganggap bahwa yang disampaikan korban bukan hal yang serius. Menanggapi keluhan korban, keluarga juga menganjurkan agar yang bersangkutan beribadah ke gereja.

    "Dalam keluhannya dadanya terasa sesak dan panas. Kami juga cek rekam medik, beberapa pekan sebelum kejadian ini informasi-nya dirawat di rumah sakit swasta di Blitar dan juga pernah konsultasi ke hal yang sifatnya psikologis. Kami akan cek kembali keluhan apa yang disampaikan korban pada waktu itu," ujarnya.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id