Pembangunan Pariwisata di Jawa Tengah Dipercepat

    Antara - 26 Juni 2020 13:43 WIB
    Pembangunan Pariwisata di Jawa Tengah Dipercepat
    Ilustrasi wisatawan di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 18 Mei 2019. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.
    Jakarta: Pemerintah melakukan percepatan pembangunan spot destinasi pariwisata di Jawa Tengah untuk bisa bangkit setelah pandemi covid-19.

    Percepatan pembangunan empat destinasi pariwisata nasional di Jawa Tengah tertuang dalam Perpres 46 Tahun 2017 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur, termasuk di dalamnya kawasan wisata alam Karimun Jawa.

    "Tempat wisata outdoor dan wisata alam (adventure) diperkirakan akan segera booming setelah pandemi korona berakhir. Kebetulan dua kabupaten ini, Magelang dan Karimun Jawa, wisata alamnya bagus," kata Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah, Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves), Djoko Hartoyo, di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020.

    Baca: Pemkot Malang Sejalan dengan Pemikiran Presiden Jokowi

    Djoko menjelaskan pihaknya telah memfasilitasi aspirasi desa terkait pengembangan wisata di 20 desa di sekitar kawasan Candi Borobudur. Usulan tersebut telah diakomodasi dalam Integrated Tourism Master Plan (ITMP) yang telah rampung disusun dan sedang dipersiapkan Rancangan Peraturan Presiden (RPP)-nya.

    Dengan masuknya usulan ke dalam ITMP tersebut diharapkan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas lainnya, sehingga dapat menghubungkan konektivitas antar-lokasi dan pada akhirnya memudahkan para wisatawan untuk menjangkau destinasi tersebut.

    Marves juga memfasilitasi kerja sama antara pemerintah desa dengan Bank BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membangun lokasi swafoto menuju Candi Selogriyo yaitu di desa Candisari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

    Candi Selogriyo berada di lereng timur kumpulan tiga bukit, yakni Bukit Condong, Bukit Giyanti, dan Malang, dengan ketinggian 740 mdpl, dan mempunyai pemandangan yang eksotik dan cocok untuk wisata alam.

    Menurut Djoko pendekatan itu dilakukan untuk mendistribusikan manfaat ekonomi di wilayah yang lebih luas, mengurangi kemacetan di tujuan-tujuan utama pariwisata, hingga meningkatkan jangkauan penawaran produk pariwisata.

    Lebih lanjut untuk mengembangkan Kawasan Karimun Jawa, pihaknya bersama Kementerian Perhubungan akan menyiapkan angkutan umum berupa bus untuk melayani rute Bandara Dewandaru dan Pelabuhan Legon Bajak ke Pusat Kota Karimun Jawa.

    "Karena jarak dari bandara ke pusat kota cukup jauh, mencapai 22 km dan tidak ada transportasi umum, kami sedang mengusulkan pengadaan armada bus. Jadi wisatawan yang datang dapat langsung melanjutkan perjalanannya dan ini menghemat biaya," katanya.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id