Ulama Karismatik Aceh Sembuh dari Covid-19

    Antara - 02 Agustus 2020 12:11 WIB
    Ulama Karismatik Aceh Sembuh dari Covid-19
    Ilustrasi--Petugas medis dari tim Satgas Covid-19 Kabupaten Simeulue yang membawa dua pasien terkonfirmasi positif menggunakan alat pelindung diri (APD) di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh. (Foto: ANTARA/Irwansyah Putra)
    Banda Aceh: Seorang ulama karismatik di Provinsi Aceh, HB, 71, yang sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh, karena terinfeksi covid-19 dinyatakan sembuh. Dia kini telah dipulangkan ke rumahnya.

    Direktur RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Azharuddin, mengatakan ulama HB dipulangkan bersama keluarganya ke Kabupaten Bireun.

    "Iya benar sudah sembuh pada Jumat, 31 Juli 2020. Kemarin sore dipulangkan," kata Azharuddin, Minggu, 2 Agustus 2020.

    Dia menjelaskan ulama tersebut merupakan salah satu pimpinan dayah (pesantren) di kawasan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Pasien dirujuk dari Bireuen ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Selasa malam, 21 Juli 2020.

    Baca juga: Kondisi Ulama Aceh Positif Covid-19 Membaik

    Setelah sekitar 10 hari menjalani perawatan medis di ruang respiratory intensive care unit (RICU) rumah sakit setempat, akhirnya pasien covid-19  di Aceh itu dinyatakan terbebas dari virus korona.

    "Saat dipulangkan kondisi klinisnya membaik, baliau sudah tidak lemas dan tidak sesak nafas lagi," katanya.

    Sementara itu, ulama Aceh HB bersyukur dirinya diberi kesembuhan oleh Allah. Ia berterima kasih atas doa dari seluruh masyarakat sehingga dibolehkan pulang dan melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya.

    "Alhamdulillah atas izin dari Allah dan doa yang tulus dari semua masyarakat, saya sudah dibolehkan pulang dari ruang isolasi RICU RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh," kata HB, dalam keterangan video yang direkam oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh.

    Dia menyebutkan wabah covid-19 nyata adanya. Apa yang dirinya alami sejak hari pertama dirawat di rumah sakit bukan sebuah rekayasa.

    Baca juga: Cacing Hati Ditemukan di Sejumlah Hewan Kurban

    "Gejala lemas, pusing, dan penurunan nafsu makan adalah salah satu dari gejala yang mengarahkan kepada covid-19. Pada orang diabetes seperti saya, begitulah yang dokter ahli jelaskan," ungkap HB.

    Lebih lanjut, dia menjelaskan setelah dinyatakan positif virus korona, dirinya langsung mengikuti anjuran dokter. Hal itu merupakan sebuah wujud ikhtiar terbaik yang harus dijalani saat dinyatakan positif covid-19.

    "Bukan menghindari, mencari-cari kesalahan ataupun mencari pembenaran. Hal demikian akan mengganggu kinerja dokter dan pemerintah dalam menekan angka penularan wabah ini," ujarnya.

    "Saya berpesan pandemi ini jangan dianggap remeh, protokol kesehatan jangan diabaikan, semuanya demi kemaslahatan kita semua," jelasnya.

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id