Minahasa Tenggara Karantina Pendatang untuk Cegah Covid-19

    Antara - 09 April 2020 08:25 WIB
    Minahasa Tenggara Karantina Pendatang untuk Cegah Covid-19
    Ilustrasi sejumlah pejabat Kabupaten Minahasa meninjau salah satu ruangan di RSUD Mitra Sehat yang akan dijadikan tempat karantina para pendatang, Antara/Nancy Tigauw
    Minahasa Tenggara: Para pendatang di Kabupaten Minahasa Tenggara, yang berasal dari luar Provinsi Sulawesi Utara bakal dikarantina di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mitra Sehat. Hal tersebut akan diberlakukan mulai Senin, 13 April 2020.

    "Ini kami lakukan untuk mengantisipasi keresahan masyarakat karena adanya warga yang datang dari zona merah atau transmisi lokal COVID-19," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Tenggara, David Lalandos, di Ratahan, Kamis, 9 April 2020.

    Baca: TNI Jaga 'Jalur Tikus' Cegah Penyebaran Korona

    David menjelaskan pemberlakuan tersebut telah disampaikan ke masyarakat umum. Hal tersebut tertuang dalam Pengumuman Bupati Minahasa Tenggara Nomor:76/BMT/IV-2020 tanggal 8 April 2020 tentang isolasi bagi pendatang dari luar daerah, dan/atau dari luar negeri di Kabupaten Minahasa Tenggara.

    David mengungkapkan para pendatang dari luar negeri, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Bali, NTB, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Riau, dan seluruh Pulau Sumatera wajib diisolasi rumah sakit.

    "Untuk pendatang dari daerah lainnya, wajib melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan petugas puskesmas di kecamatan bersangkutan tinggal," jelas David.

    David meningkatkan agar seluruh pendatang atau warga Minahasa Tenggara dari perantauan mematuhi kebijakan yang diambil pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19.

    Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan covid-19 Kabupaten Minahasa Tenggara, Gloria Wuwungan, mengungkapkan saat ini sudah ada 14 tempat tidur yang disiapkan dan masih akan dilakukan penambahan.

    "Untuk ruang karantina, kami akan tempat dalam satu ruangan dua orang, tapi akan ada sekat. Khusus untuk tenaga medis sedang disiapkan," kata Gloria.

    Nantinya para pendatang tersebut akan dikarantina selama 14 hari sambil terus dipantau kondisi kesehatannya. Sedangkan fasilitas bagi para tenaga medis, seperti Alat Pelindung Diri (APD) sudah dipersiapkan.

    "Jadi kami tetap memantau kondisi mereka. Mekanisme juga untuk penanganan bagi mereka ini tidak sama dengan orang yang berstatus OPD atau PDP," jelas Gloria.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id