Kongko di Kafe Bisa Dipidana

    Daviq Umar Al Faruq - 24 Maret 2020 13:48 WIB
    Kongko di Kafe Bisa Dipidana
    Personel gabungan menggelar operasi patroli skala besar, Senin malam, 23 Maret 2020. (Fpto: Dok/Humas Pemkot Malang)
    Malang: Polresta Malang Kota, Jawa Timur, memastikan menegakkan kebijakan social distancing yang digagas pemerintah pusat. Masyarakat yang masih berkeliaran atau berkerumun tak hanya akan dibubarkan, potensi pidana pun mengintai.

    "Saya tegaskan saat ini bukan lagi tahap sosialisasi, tapi penindakan (pidana). Masyarakat, komunitas yang berkumpul di kafe atau tempat ngopi hingga larut malam harus langsung dibubarkan," kata Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata, Senin malam, 23 Maret 2020.

    Menurut Leonardus, polisi bersama pihak terkait di setiap wilayah di Indonesia akan rutin menggelar patroli dan menyisir lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik berkumpulnya massa. Tak hanya kafe, tempat hiburan malam pun akan jadi sasaran.

    "Perintahnya satu; tutup dan bubarkan," jelas dia.

    Baca juga: Kondisi Wakil Wali Kota Bandung Membaik

    Wali Kota Malang Sutiaji menambahkan, operasi rutin itu dilakukan sebagai wujud pemerintah mengurangi potensi penyebaran virus korona. Ia pun meminta masyarakat tak menyepelekan pandemi covid-19 yang saat ini tengah terjadi.

    "Kita harus berupaya sepenuh hati dan sungguh-sungguh untuk memotong mata rantai penyebaran. Salah satunya dengan maksimal melakukan social distancing, jauhi kontak secara langsung, dan lebih banyak beraktivitas di rumah terlebih dulu," imbuh dia.

    Potensi pidana bagi masyarakat yang tak mengindahkan social distancing sebelumnya disampaikan Kapolri Jenderal Idham Azis. Ia menyebut orang yang masih bandel akan dijerat Pasal 212 KUHP, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP.

    Pasal 212 KUHP menyebutkan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau pidana denda paling banyak Rp4.500. Pasal 216 ayat (1) menjelaskan pelanggar dapat diancam pidana penjara paling lama 4 bulan 2 minggu atau pidana denda paling banyak Rp9.000.
     
    Sementara Pasal 218 KUHP berisi menjerat pelanggar dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 bulan 2 minggu atau pidana denda paling banyak Rp9.000. Ketiga pasal itu masuk kategori pelanggaran pidana ringan.

    Baca juga: Sanksi Berkerumun di Kota Bogor Baru Berupa Teguran



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id