Penikam Mengaku Terganggu dengan Dakwah Syekh Ali Jaber

    Antara - 16 September 2020 19:05 WIB
    Penikam Mengaku Terganggu dengan Dakwah Syekh Ali Jaber
    Syekh Ali Jaber Saat berada di Kota Bandarlampung. Rabu. (16/9/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)
    Bandar Lampung: Tersangka penikam Syekh Ali Jaber, Alpin Adrian, masih diperiksa penyidik polisi. Berdasarkan pengakuan tersangka, motivasi menikam Syekh Ali Jaber lantaran gelisah dengan kegiatan dakwah yang digelar di masjid yang tidak jauh dari kediaman tersangka. 

    Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menuturkan, pengakuan tersangka saat diperiksa psikiater, lantaran terganggu dengan acara yang digelar Syekh Ali Jaber melalui pengeras suara, dan dianggap berisik. Kemudian, tersangka tergerak untuk mengambil benda tajam, menuju lokasi kejadian, lantas menikam korban. 

    "Adanya unsur mengancam nyawa dari korban dan keterangan saksi-saksi yang sudah melihat langsung baik yang berada di sekitar lokasi maupun saksi-saksi lain yang mendukung telah kita dapatkan," kata Pandra, di Bandar Lampung, melansir Antara, Rabu, 16 September 2020.

    Dia memastikan, tersangka melakukan tindakan pidana tersebut murni keinginannya sendiri. Tersangka, kata dia, tidak diminta oleh kelompok atau golongan tertentu. 

    "Tim psikiater telah menanyakan itu berulang kali kepada tersangka dan tidak ada indikasi pelaku penikaman ini adalah teroris," ungkapnya.

    Baca: SPDP Penusukan Syekh Ali Jaber Sudah di Kejari Lampung
     
     

    Sementara itu, sebanyak 15 saksi telah diperiksa. para saksi yang diperiksa merupakan warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), tetangga, pihak keluargam dan ahli. Termasuk saksi yang melihat langsung kejadian. 

    "Ibu-ibu yang diajak foto oleh korban dan paman tersangka," kata nya. 

    Dia menerangkan, saksi dihadirkan untuk melengkapi berkas perkara. Pihaknya pun telah melakukan gelar perkara pada Selasa malam, 15 September 2020. 

    Dia mengungkap, surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan (SPDP) sudah diterima oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandarlampung. Kemudian, dilanjutkan dengan proses penyidikan. 

    "Penyidik juga memiliki kewajiban memberikan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) yang diberikan kepada saksi pelapor oleh tim penyidik kepolisian," terangnya.

    (LDS)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id