Kurir Sabu 79 Kilogram di Sumsel Divonis Mati

    Gonti Hadi Wibowo - 03 Juni 2020 16:56 WIB
    Kurir Sabu 79 Kilogram di Sumsel Divonis Mati
    Suasana sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Palembang, Rabu, 3 Juni 2020. Foto: Istimewa
    Palembang: Deni Santoso, 48, dan Herman, 51, dua kurir narkotika jenis sabu 79 kilogram divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang. Kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. 

    "Kedua terdakwa secara sah telah melanggar undang-undang dengan terbukti menyelundupkan narkotika jenis golongan satu sehingga dijatuhi hukuman mati," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Erma Suharti, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Palembang, Palembang, Sumatra Selatan, Rabu, 3 Juni 2020.

    Erma mengatakan kedua terdakwa terbukti membawa 79 kilogram sabu dan menjadi catatan pengiriman narkotika terbesar ke Sumsel. Vonis tersebut juga sudah sesuai denga tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel yang menuntut keduanya hukuman mati.

    Baca: Bandar Sabu 35 Kg Ditangkap di Aceh

    Sementara itu, Penasihat Hukum kedua terdakwa, Nizar Taher, mengatakan akan mengajukan banding atas vonis mati yang telah dijatuhkan. Pihaknya menyayangkan sampai vonis dijatuhkan karena barang haram tersebut tidak jelas siapa pemiliknya. 

    "Kami tidak terima hasil putusan lantaran majelis hakim tidak mempertimbangkan jika klien kami adalah korban dan hanya sebatas kurir. Besok siang kami akan  merampungkan surat kuasa banding," kata Nizar. 

    Sebelumnya, kedua terdakwa ditangkap 28 Oktober 2019 lalu setelah diminta untuk membawa kiriman koper berisi sabu oleh salah seorang bandar. Keduanya tidak mengenal siapa bandar tersebut, karena hanya berhubungan melalui telepon. 

    Kedua terdakwa tergiur upah yang dijanjikan Rp5 juta per kilogram jika barang sampai ke Palembang. Keduanya berangkat menuju Tanjung Carat, untuk menunggu kapal pembawa sabu.

    Setelah sabu berhasil dipindahkan dari kapal ke speed boat, bergegas menuju perairan Sungsang, Kabupaten Banyuasin untuk melanjutkan perjalanan ke Palembang.

    Berselang 15 menit meninggalkan Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, pihak TNI Angkatan Laut Palembang yang tengah berpatroli menghentikan kedua terdakwa. Setelah diperiksa, keduanya tidak bisa mengelak adanya sabu yang disimpan di dalam koper.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id