comscore

Cerita Keuskupan Agung Soal Buya Syafii Datang Awal ke Gereja Kutuk Penyerangan

Ahmad Mustaqim - 27 Mei 2022 17:17 WIB
Cerita Keuskupan Agung Soal Buya Syafii Datang Awal ke Gereja Kutuk Penyerangan
Wakil Uskup Urusan Fikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang, Yohanes Dwi Harsanto. Medcom.id/Mustaqim
Yogyakarta: Wakil Uskup Urusan Fikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang, Yohanes Dwi Harsanto memiliki cerita tak terlupakan dengan almarhum Ahmad Syafii Maarif. Kenangan itu saat kasus penyerangan kegiatan ibadah di Gereja Santa Lidwina Bedog Sleman pada medio 2018 silam. 

"Ketika gereja kami, Santa Lidwina Bedog diserang teroris, beliau langsung naik sepeda menuju gereja. Beliau malah yang mendahului saya," kata Yohanes di Masjid Besar Kauman Yogyakarta, Jumat, 27 Mei 2022. 
Ia mengatakan, Buya Syafii ketika itu datang awal usai penyerangan yang membuat sejumlah orang luka, dan memberikan pernyataan ke media. Ketika itu, Buya Syafii menguruk penyerangan kegiatan ibadah itu. 

"(Penyerangan itu tindakan) teroris dan kita kutuk," ujar Yohanes mengingat pernyataan Buya Syafii. 

Baca: Rapat Persekutuan Gereja Indonesia di Solo Dihentikan Demi Menghormati Mendiang Buya Syafii

Sikap Buya Syafii tersebut, katanya, menunjukkan komitmennya menjaga hubungan antaragama tetap damai. Selain itu, katanya, Buya Syafii juga mengupayakan masyarakat tetap fokus mengusahakan hidup lebih baik. 

"Beliau tokoh Muhammadiyah dan antaragama. Saya merasa beliau bapak penuh perdamaian. Bapak damai, mewartakan damai. Yang berdamai berdasarkan keadilan dan martabat manusia," ujarnya. 

Yohanes mengatakan, sikap Buya Syafii terhadap perdamaian tak hanya disampaikan melalui tulisan dan pidato, tetapi juga melalui tangan, kaki, dan badan. Ia mengibaratkan Buya Syafii memberikan kehidupannya untuk perdamaian dan sesama. 

"Kami juga biasa berdialog, pernah sowan ke rumahnya untuk bincang-bincang. Beliau menerima dengan baik di tengah kesibukannya. Mengusahakan yang terbaik bagi tetangga kanan-kiri.Itulah Buya Syafii. Kita kehilangan," ucapnya. 

Sebelumnya, diberitakan Buya Syafii Maarif wafat pukul 10.15 WIB di Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Beberapa waktu belakangan, kondisi kesehatan Buya Syafii memang menurun. Sejumlah tokoh tercatat menjenguk Buya Syafii, salah satunya Presiden Joko Widodo pada 26 Maret 2022.

Catatan pihak RS PKU Gamping, Buya Syafii mendapat serangan jantung pertama kali dan dirawat pada 15 Maret lalu. Serangan jantung kedua terjadi pada 14 Mei dan dirawat hingga akhirnya dinyatakan wafat. 

Setelah dibersihkan, jenazah diberangkatkan dari RS PKU Muhammadiyah Gamping ke Masjid Besar Kauman Yogyakarta sekitar pukul 11.30. Di masjid tersebut, prosesi salat jenazah almarhum dilaksanakan bergelombang. Usai disemayamkan, jenazah Buya Syafii dikebumikam di Taman Makam Husnul Khatimah Muhammadiyah di Dusun Dukuh, Desa Donomulyo, Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo. 

 

(ALB)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id