comscore

Bantai 7 Lumba-lumba, Kapal Nelayan Pacitan Tak Punya Izin Operasi

MetroTV - 12 Januari 2022 11:04 WIB
Bantai 7 Lumba-lumba, Kapal Nelayan Pacitan Tak Punya Izin Operasi
Tangkapan layar Metro TV
Jakarta: Aparat Kepolisian Resor (Polres) Pacitan, Jawa Timur, menyelidiki dugaan pembantaian lumba-lumba di wilayah perairan Kabupaten Pacitan. Ini dilakukan setelah rekaman video mengenai penangkapan lumba-lumba beredar dan menjadi viral. 

Sebanyak 23 anak buah kapal (ABK) diminta untuk menjelaskan kronologi peristiwa tertangkapnya tujuh ekor lumba-lumba tersebut. Kepala Polisi Resor (Kapolres) Pacitan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Wiwit Ari Wibisono, mengungkapkan penangkapan lumba-lumba tersebut tidak memiliki izin penangkapan maupun izin berlayar.
"Nakhoda berlayar dari Pacitan tanpa menggunakan izin penangkapan ikan dan izin berlayar pada zonanya. Jadi, mereka menangkap ikan secara serampangan atau illegal fishing,” kata Wiwit dalam tayangan program Newsline di Metro TV, Selasa, 11 Januari 2022.

Pengakuan ABK, penangkapan tersebut tidak ada unsur kesengajaan karena jaring mereka mengenai kawanan lumba-lumba. Dari ketujuh lumba-lumba itu, tiga dinyatakan mati dan sisanya masih hidup lalu dibuang ke laut.

Baca: Pengakuan Nakhoda usai Tangkap Kawanan Lumba-Lumba di Perairan Pacitan

Polisi sempat kesulitan selama proses penyidikan. “Karena alat pelacakan kapal dimatikan, jadi kami kesulitan untuk menyelidiki. Sehingga tidak terpantau kegiatan mereka sudah sampai mana saja," kata Wiwit.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menetapkan nakhoda sebagai tersangka. Tersangka dikenai Pasal 4 ayat 2 UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp100 juta. (Monique Handa Shafira)

(UWA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id