comscore

Pembukaan 5 Pasar Hewan di Boyolali Tunggu Evaluasi PMK

Antara - 29 Juni 2022 17:13 WIB
Pembukaan 5 Pasar Hewan di Boyolali Tunggu Evaluasi PMK
Sejumlah pedagang melakukan transaksi sebelum penutupan pasar untuk mencegah penyebaran PMK, di Pasar Hewan Jelok Cepogo Boyolali, Jateng, Kamis, 26 Mei 2022. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto
Boyolali: Bupati Boyolali, Jawa Tengah, M Said Hidayat, menyebut kebijakan membuka lima pasar hewan akan menunggu hasil evaluasi perkembangan penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Pihaknya tidak bisa memaksakan pembukaan pasar untuk mencegah PMK menyebar.

"Kami akan membuka pasar hewan dengan pertimbangan hasil evaluasi atau melihat perkembangan terkini kasus PMK di Boyolali," kata Said di Boyolali, Rabu, 29 Juni 2022.
 
Baca: Ganjar: Jateng Butuh 2 Juta Vaksin PMK

Dia menjelaskan ada lima pasar hewan di Kabupaten Boyolali yang ditutup yakni Pasar Hewan Jelok di Kecamatan Cepogo, Pasar Hewan Karanggede, Pasar Hewan Kalioso di Kecamatan Nogosari, Pasar Hewan Simo dan Pasar Hewan Ampel. Penutupan tahap ketiga mulai tanggal 21 Juni hingga 4 Juli mendatang untuk mencegah penyebaran PMK.
Selain itu, kata Said, pihaknya juga melihat perkembangan pola penanganan penyebaran PMK sehingga ketika pasar hewan dibuka semua sudah kondisi aman dan nyaman.

"Kami tidak perlu tergesa-gesa tetapi rasa nyaman dan aman bagi pedagang, peternak, dan masyarakat lainnya yang diutamakan," jelas Said.

Penutupan pasar hewan tahap ketiga masih dilakukan sambil menunggu penanganan wabah PMK dengan mengumpulkan tenaga kesehatan hewan antara lain veteriner Disnakan, paramedis, inseminator dan penyuluh nonmedik untuk melaksanakan vaksinasi di 22 wilayah kecamatan.

Boyolali tahap pertama mendapat bantuan vaksinasi sebanyak 1.900 dosis untuk 1.900 ekor sapi dengan prioritas jenis perah.

Hal tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam percepatan vaksinasi PMK yang akan dilakukan dan sudah dimulai dari Kecamatan Selo, Andong, dan kemudian Mojosongo.

Said menjelaskan pasar hewan mulai dibuka maka harus dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Salah satunya Dinas Perdagangan diminta menyiapkan kotak tempat cairan disinfektan sehingga ternak sebelum masuk pasar harus melalui kotak untuk mencuci kakinya agar steril dari PMK.

"Hal sama saat pandemi covid-19, saya minta sediakan tempat cuci tangan, sedangkan PMK disediakan kotak tempat cuci kaki hewan ternak sapi. Hal ini, langkah pengamanan ketika hewan ternak masuk pasar steril PMK," ujar Said.


 

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id