comscore

Polresta Banyumas Masih Selidiki Kasus Ledakan di Desa Randegan

Antara - 17 Juni 2022 13:07 WIB
Polresta Banyumas Masih Selidiki Kasus Ledakan di Desa Randegan
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu (kiri) berbincang dengan Kasatreskrim Kompol Agus Supriadi usai olah TKP ledakan di Grumbul Leler RT 04 RW 01, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Rabu (15/6/2022). ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto: Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, Jawa Tengah, hingga saat ini masih menyelidiki kasus ledakan yang menewaskan seorang warga di Grumbul Leler RT 04 RW 01, Desa Randegan, Selasa sore, 14 Juni 2022.

"Jadi, kemarin kami sudah sampaikan bahwa untuk perkembangan petasan, barang bukti yang ditemukan di TKP sedang dibawa ke Laboratorium Forensik dan kami tetap melanjutkan pemeriksaan," kata Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat, 17 Juni 2022.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah Jawa Tengah terkait dengan kandungan dari barang bukti yang disita dari tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, pihaknya masih menyelidiki dari mana barang-barang tersebut berasal.

"Kalau lamanya (lama pemeriksaan, red.), nanti saya koordinasikan lagi," kata Kapolresta.

Baca juga: Ledakan di Banyumas Tidak Berindikasi Mengarah Aksi Terorisme

Menurut dia, tidak semua barang bukti yang ditemukan di TKP itu bisa dibawa ke Labfor sehingga sebagian disisihkan.

"Ada beberapa karung. Saya belum bisa sampaikan jenis-jenisnya karena menunggu dari Laboratorium Forensik ya, walaupun sudah disampaikan tetapi nanti tunggu resminya saja dari Labfor," terang dia.

Kapolresta mengakui jika ada sebagian barang bukti yang ditemukan di TKP itu selanjutnya dimusnahkan di eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Tugel.

Akan tetapi, dia belum bisa menjelaskan berapa banyak barang bukti yang dimusnahkan di Gunung Tugel.

"Untuk itu, nanti akan kami informasikan lebih lanjut karena itu kan nanti ada berita acara penyerahan kepada tim pemusnah," urai Edy.

Baca juga: Pom Mini Meledak di Sidoarjo, Nenek dan Cucunya Tewas

Disinggung mengenai dugaan tujuan pembuatan bahan petasan, mengingat saat ini bukan musim petasan, Kapolresta mengatakan karena pemiliknya meninggal dunia dalam ledakan itu polisi masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang mengetahui kegiatan korban, termasuk keluarganya.

"Seperti yang saya sampaikan kemarin bahwa korban ini kan membeli bahan-bahan dan kemudian meracik sendiri menjadi bahan-bahan petasan yang ada di dalam petasan. Itu yang kemudian meledak saat dia kerjakan," ujar dia.

Saat ditanya kemungkinan adanya indikasi bahan petasan itu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan pertambangan, dia mengatakan tidak ada indikasi ke arah tersebut.

"Tidak ada, untuk saat ini, sejauh ini tidak kami temukan," imbuhnya.

Seperti diwartakan, insiden ledakan yang terjadi pada Selasa, 14 Juni 2022. pukul 17.30 WIB di Grumbul Leler RT 04 RW 01, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, mengakibatkan seorang warga bernama Ahmad Bustomi, 28, meninggal dunia. 

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id