Tersangka Penipuan Arisan Daring Diancam Pasal Berlapis

    Muhammad Syawaluddin - 11 Desember 2019 12:24 WIB
    Tersangka Penipuan Arisan Daring Diancam Pasal Berlapis
    Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Augustinus B Pangaribuan dan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, di Mapolda Sulsel, Jumat 6 Desember 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
    Makassar: Dua tersangka kasus penipuan arisan daring; Kelvina Laurens dan Wina, diancam pasal berlapis oleh penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. 

    "Kita pakai pasal berlapis yakni perbankan, ITE, dan KUHP," kata Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Augustinus B Pangaribuan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 10 Desember 2019.

    Augustinus mengatakan kedua tersangka telah meraup Rp10 miliar diduga hasil menipu masyarakat. Mereka dikenakan dengan Pasal 45 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perbankan, Undang-undang ITE Nomor 11 Tahun 2008 juncto Pasal 372 dan 378 tentang Penipuan dan Penggelapan. 

    "(Ancaman hukuman) diatas lima tahun penjara pastinya," katanya. 

    Penyidik, kata dia, juga bakal menyertakan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap kedua tersangka. Mereka ditahan di Rutan Polda Sulawesi Selatan, setelah ditangkap di rumahnya masing-masing. 

    "Makanya kita akan koordinasi dengan PPATK untuk mengetahui asetnya mengalir kemana saja," jelasnya. 

    Ia menambahkan penyidik masih mencari uang hasil penipuan arisan daring tersebut. Termasuk aset keduanya. 

    Penyidik saat ini baru menyita beberapa alat bukti seperti rekening, data transaksi keuangan, bukti-bukti setoran, termasuk ponsel dan barang bukti lain. Berdasarkan alat-alat bukti itu, korban mengirim uang ke sejumlah bank antara lain Bank BCA dan Mandiri atas nama kedua tersangka. 

    Kelvina Laurens dan Wina sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka atas laporan 32 orang yang menjadi korban penipuan arisan daring. Sedikitnya 150 orang menjadi korban penipuan oleh keduanya.

    Laporan penipuan dilakukan lantaran kedua tersangka tidak bisa membayar atau mengembalikan uang para korban yang menyetorkan hingga ratusan juta. Keduanya berdalih bahwa mereka sudah tidak memiliki uang lagi atau kolaps. 




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id