Sejumlah Proyek Fiktif yang Dikorupsi Kades Banguncipto

    Ahmad Mustaqim - 05 Desember 2019 15:03 WIB
    Sejumlah Proyek Fiktif yang Dikorupsi Kades Banguncipto
    Proyek pembangunan Pasar Desa Banguncipto yang diduga jadi salah satu obyek tindak rasuah. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Kulon Progo: Berbagai proyek menjadi ladang korupsi yang diduga dilakukan Kepala Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, HS. Proyek tersebut secara fisik ada namun dibiayai warga. Proyek itu lantas dijadikan laporan keuangan dan uangnya diduga ditilap HS.

    "Ada proyek di kampung itu kan swadaya, dibiayai warga. Tapi ternyata dijadikan laporan kalau itu dibiayai dana dari desa," kata seorang warga Desa Banguncipto, Darma saat berbincang dengan Medcom.id, Kamis, 5 Desember 2019.

    Proyek yang Darma maksud yakni pengerasan jalan kampung. Jalan kampung di salah satu dusun itu dicor dengan material semen, pasir, dan batu split.

    Dana pengecoran itu diperolah dari iuran yang dilakukan warga. Setelah proyek rampung, HS mengklaimkan proyek itu dibiayai dengan dana Desa Banguncipto. 

    Darma juga mengatakan, proyek pembangunan pasar Desa Banguncipto juga diduga jadi obyek tindak rasuah HS. Proyek pasar yang dibangun pada tahun 2016/2017 itu mulanya lahan persawahan.

    Setelah itu, dibangun pondasi lantas diurug dengan tanah. "Tanah urugnya itu diambil dari tanah kas desa, tapi diklaim tanah urugnya beli," ujarnya.

    Ada berbagai proyek lain yang diduga juga dimainkan HS. Proyek itu tersebar di Dusun Bantar Kulon, bantarjo, Banaran Lor, Banaran Kidul, dan Bantar Wetan.

    Warga lain yang enggan disebut identitasnya, S, mengatakan tindakan rasuah HS telah dicurigai sejak lama. Berbagai proyek dijalannya tak sesuai dengan estimasi pembiayaan.

    "(Kecurigaan warga HS korupsi) itu sudah lama. Memang akhirnya kasus itu dilaporkan oleh warga," ujarnya.

    Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Wates, Noviana Permanasari mengatakan masih mendalami kasus. Sejumlah saksi saat ini dalam pemeriksaan. Ada lebih 50 saksi yang telah diperiksa.

    Soal dugaan kerugian negara hingga Rp1,150 miliar, Noviana mengatakan jumlah itu akumulasi keseluruhan. Ia belum bisa merinci berapa uang yang dikorupsi dari dana desa, APBD, hingga pendapatan asli desa. "Jumlah itu bersumber dari keseluruhan APBDes," ungkapnya. 

    Kini HS ditahan di Lapas Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta. Selain HS, Kejari Kulon Progo juga turut menahan eks bendahara Desa Banguncipto, SM. Jabatan SM kini sebagai Kepala Seksi Pemerintahan. 




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id