4 Juta Lebih Warga Jatim Masih Miskin

    Amaluddin - 16 Januari 2020 20:40 WIB
    4 Juta Lebih Warga Jatim Masih Miskin
    Ilustrasi - Medcom.id.
    Surabaya: Badan Pusat Statiistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Jawa Timur mencapai 4.056.000 jiwa per September 2019. Angka itu menurun 56 ribu jiwa dari Maret 2019.

    "Jumlah tersebut ternyata mencapai 10,20 persen dari total penduduk Jatim sekitar 39 juta jiwa," kata Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jatim, Asim Saputra, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Januari 2020.

    Secara spesifikasi, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan Jatim mencapai 11,1 ribu jiwa pada Maret 2019, turun 1.449,27 ribu jiwa menjadi 1.438,15 ribu jiwa pada September 2019. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan mencapai 45,1 ribu jiwa, turun 2.662,98 ribu jiwa menjadi 2.617,85 ribu jiwa pada September 2019.

    Meski menurun, kata Asim, peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan, jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Ini terpantau selama enam bulan sejak Maret hingga September 2019.

    "Berdasarkan komoditas makanan, beberapa komoditas yang secara persentase memberikan kontribusi yang cukup besar pada garis kemiskinan makanan, baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan yaitu beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, tempe, tahu, gula pasir, mie instan, dan cabe rawit," ujarnya.

    Sementara sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2019, tercatat sebesar 74,91 persen atau sedikit menurun dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 yaitu sebesar 75,02 persen. 

    "Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Jatim yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,364 pada September 2019. Angka ini turun sebesar 0,006 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,370," katanya.

    Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,374, turun dibandingkan Gini Ratio Maret 2019 sebesar 0,379. Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,314, turun dibandingkan Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,318.

    Pada September 2019, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 18,43 persen. Artinya pengeluaran penduduk berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Demikian pula jika dirinci menurut wilayah, pengeluaran penduduk baik di daerah perkotaan maupun perdesaan berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. 

    "Pada daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 17,92 persen, dan di perdesaan angkanya tercatat sebesar 20,52 persen," kata Asim.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id