Kebakaran di Gunung Panderman Meluas

    Daviq Umar Al Faruq - 23 Juli 2019 15:30 WIB
    Kebakaran di Gunung Panderman Meluas
    Gunung Panderman. Selasa 23 Juli 2019.
    Batu: Kebakaran di Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur semakin meluas. Hingga Selasa, 23 Juli 2019 pagi, hutan seluas 60 Hektare di gunung setinggi 2.045 Mdpl itu telah habis terbakar.

    Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan sejak kebakaran terjadi pada Minggu 21 Juli 2019 malam, sejumlah personel gabungan telah diturunkan untuk melakukan pemadaman.

    "Hutan Gunung Panderman seluas kurang lebih 60 Hektare terbakar di petak 227," kata Rochim saat ditemui Medcom.id di Pos Pantau, Selasa 23 Juli 2019.

    Rochim menjelaskan awalnya api mulai terlihat di sekitaran puncak Gunung Panderman tepatnya di titik pengibaran bendera pada Minggu, 21 Juli 2019 sekitar pukul 19.45 WIB. 

    Mengetahui peristiwa itu, BPBD Kota Batu langsung menuju Pos Pantau Gunung Panderman dan melakukan pendataan pendaki, kaji cepat serta berkoordinasi bersama TNI, Polri, Perhutani, Kecamatan Batu, LMDH, dan relawan. 

    Baru pada pukul 22.00 WIB, dipastikan sudah tidak ada lagi pendaki yang berada di jalur pendakian Gunung Panderman.

    Keesokan harinya, Senin 22 Juli 2019, ratusan personil gabungan yang terbagi dalm tiga tim diturunkan untuk melakukan pemadaman di titik kebakaran hutan Gunung Panderman sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

    "Tim pemadaman api di 3 titik api, yaitu Puncak Panderman, Curah Banteng dan Karang Putih," beber Rochim.

    Rochim menambahkan penanganan api pada beberapa titik hanya sebatas pemantauan dan membuat sekat agar api tidak merembet karena medan yang curam. Sebab, tidak semua personil yang dikerahkan membawa peralatan memadai atau alat pelindung diri standar.

    "Tidak semua lokasi kebakaran dapat terjangkau oleh personil gabungan, sehingga penanganan menggunakan teknik bakar balik," ungkapnya.

    Selain itu, diakuinya, api yang membakar puncak Gunung Panderman masih meninggalkan bara api yang belum dapat dipadamkan hingga saat ini. Sehingga, perlu pembasahan atau tim yang menjaga bara api sampai padam, salah satu caranya dengan menggunakan cangkul.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id